SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 32 ibu rumah tangga dari dua desa di Kecamatan Baros, yakni Desa Sukamanah dan Sukacai, diberikan pelatihan menjahit.
Pelatihan dimaksudkan agar mereka memiliki keterampilan khusus supaya dapat membantu perekonomian keluarganya.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami mengatakan, kursus menjahit dilaksanakan selama 20 hari guna mendukung Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS).
“Per desanya kita ambil 16 peserta, jadi total peserta ada sebanyak 32 ibu-ibu. Ini untuk mendorong dan mendukung program P2WKSS,” katanya saat ditemui di kantor Pemerintah Kecamatan Baros, Kamis, 25 Juli 2024.
Ia mengatakan, setelah mereka mengikuti pelatihan selama 20 hari, ibu-ibu yang mengikuti program pelatihan juga diuji kompetensi. Itu dilakukan untuk memastikan mereka sudah memahami terhadap materi-materi yang disampaikan dalam pelatihan.
“Ada uji kompetensi dari LSP dari BNSP, jadi mereka sudah bersertifikat kompeten. Alhamdulillah mereka semua lulus, berarti bagus kan penerimaan materinya,” jelasnya.
Selain diberikan pelatihan, para peserta juga diberikan bantuan mesin jahit dan mesin obras agar pasca pelatihan mereka dapat mempraktekan hasil pelatihannya dan tentunya dapat meningkatkan perekonomian mereka.
“Bantuan setiap desanya kita berikan lima mesin jahit dan lima mesin obras. Program ini memang rutin kita laksanakan setiap tahunnya,” tegasnya.
Untuk memastikan alat-alat bantuan tersebut digunakan, pihaknya akan melakukan monitoring rutin agar bantuan mesin dapat dimaksimalkan.
Lebih lanjut ia berharap agar para peserta tidak berpuas diri, sehingga mereka dapat terus meningkatkan skillnya menjahitnya. “Karena model model pakaian ini banyak makanya harus terus diasah skillnya. Sekarang gampang untuk belajar, sudah ada youtube,” pungkasnya.
Wakil ketua komisi II DPRD Kabupaten Serang Supiyanto mengatakan, program-program pelatihan yang diberikan merupakan program yang bagus untuk mengurangi pengangguran di Kabupaten Serang. “Selain itu ini juga termasuk variabel pemberdayaan ibu-ibu, agar mereka bisa membantu perekonomian keluarga,” tegasnya.
Ia pun meminta agar program-program pelatihan dapat terus ditambah, baik dari segi kuantitas, maupun jenis-jenis pelatihan. Ini dilakukan agar program pemberdayaan masyarakat bisa merata.
“Kalau bisa dilakukan di setiap kecamatan. Lalu untuk jenis pelatihannya juga ditambah, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Misalnya di serang timur, pelatihan listrik atau mekanik, lalu daerah lain pelatihan apa. Ini tentunya positif bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











