CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di Jalan Gwang Yang, kawasan Bonakarta, menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Wali Kota Cilegon, Rabu (14/10/2026). Mereka meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon memberikan solusi atas relokasi yang berdampak pada penghasilan pedagang.
Dalam aksi tersebut, para pedagang berharap pemerintah menyediakan alternatif lokasi berjualan agar mereka tetap bisa memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Salah seorang peserta aksi, Irwan, mengaku kehilangan sumber penghasilan setelah tidak bisa lagi berjualan di lokasi semula. Padahal, pendapatan dari berjualan menjadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
“Sehari enggak jualan, anak istri saya semua butuh makan,” ujar Irwan dalam orasinya.
Ia mengatakan, dirinya hanya berjualan cilok dengan keuntungan yang tidak seberapa. Karena itu, ia berharap pemerintah mempertimbangkan nasib pedagang kecil yang terdampak penertiban.
“Saya bukan jualan yang dilarang, saya cuma jualan cilok yang untungnya enggak seberapa,” katanya.
Irwan meminta pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga mencari jalan keluar bagi pedagang yang kehilangan tempat berjualan. Menurutnya, keberlanjutan usaha menjadi persoalan penting karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan keluarga.
Dalam orasinya, Irwan juga menyinggung dugaan aktivitas penjualan minuman keras di kawasan lain. Ia meminta pemerintah turut memperhatikan persoalan tersebut. Namun, dugaan itu masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang.
“Semoga ada solusinya dari para pejabat, jangan diam-diam aja,” tuturnya.
Sebelumnya, Pemkot Cilegon telah menyosialisasikan rencana penertiban sejak Rabu (7/10/2026). Penertiban tersebut menyasar parkir liar, PKL, hingga aktivitas balap liar.
Pemkot Cilegon melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) juga berencana mengerahkan petugas untuk menertibkan kawasan Jalan Gwang Yang.
Langkah tersebut bertujuan menjaga kelancaran lalu lintas dan memastikan akses menuju fasilitas kesehatan di sekitar Bonakarta tidak terhalang.
Editor : Aas Arbi












