LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak sudah melakukan langkah mitigasi perihal potensi megathrust di Lebak Selatan.
Potensi gempa megathrust Selat Sunda dan Mentawai Siberut disampaikan Daryono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, pada keterangan resminya, Minggu, 11 Agustus 2024. Ia menyatakan bahwa para ilmuwan Indonesia saat ini khawatir soal seismic gap di zona megathrust Selat Sunda dan megathrust Mentawai-Siberut.
Menyikapi hal itu, Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah diketahui oleh masyarakat di Lebak Selatan. Selain pihaknya sudah melakukan edukasi dan hal tersebut sudah dibahas berkali-kali.
“Terkait dengan konten berita yang viral terkait megathrust, itu sudah berkali-kali disampaikan. Tidak hanya di media sosial tetapi di forum-forum resmi yang diacarakan oleh BPBD maupun oleh BMKG,” terang Febby, Senin 19 Agustus 2024.
Febby tak menampik informasi megathrust merupakan sebuah potensi yang ada di perairan Selat Sunda.
“Megathrust itu merupakan suatu yang nyata, dari dulu tidak hanya sekarang-sekarang pasca gempa Jepang misalnya. Tetapi isu megathrust Selat Sunda itu diperkirakan ada oleh BMKG, dan memiliki potensi yang tinggi,” tuturnya.
Untuk mitigasi di Lebak Selatan, Febby menyampaikan, pihaknya sudah melakukannya sejak BPBD Lebak berdiri di tahun 2011.
“Jadi tiap tahun kita laksanakan dari mulai BPBD berdiri, sekarang kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat, baik itu melalui gladi dan sosialisasi untuk mitigasi non-strukturalnya, kemudian pembentukan desa tangguh bencana,” ucapnya.
“Kemudian kita juga melakukan pemetaan, kemudian menyusun rencana tata ruang dan memasukkan daerah selatan rawan tsunami,” sambungnya.
Untuk struktural, pihaknya melakukan pembenahan pada infrastruktur untuk mendukung pemahaman mitigasi bencana kepada masyarakat.
“Jadi non-strukturalnya, pertama kita memasang rambu, kemudian kita juga menyusun jalur evakuasi, kemudian kita bekerja sama dengan teman-teman provinsi melakukan identifikasi lahan relokasi. Kalau misalnya terjadi tsunami masyarakat akan direlokasi ke wilayah yang lebih aman,” terangnya.
Sementara itu, Sulaiman, warga Wanasalam mengatakan, kondisi di Lebak Selatan dalam keadaan aman dan tidak ada hal yang menakutkan. Kendati wilayah merupakan zona rawan gempa, menurutnya ketakutan pasti ada, namun masyarakat di selatan sudah terbiasa dengan keadaan lingkungannya.
“Jadi kalau saya pribadi, di sini baik-baik aja. Memang suka ada gempa beberapa kali. Tapi kami bersyukur dan alhamdulillah bisa sehat dan tetap selamat di sini. Kalau dikatakan takut pasti ya, namanya di wilayah rawan gempa, cuma sekrang kita lebih terbiasa saja,” tandasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Aas Arbi










