SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Pemprov Banten pada tahun ini telah menganggarkan Biaya Tidak Terduga (BTT) pada APBD 2024 sebesar Rp50 miliar. BTT ini dikhususkan untuk penanganan bencana, termasuk gempa bumi megathrust.
Seperti yang diketahui, BMKG telah merilis potensi gempa bumi megathrust Selat Sunda yang dapat mengguncang wilayah Provinsi Banten. Bahkan, gempa bumi ini berpotensi menimbulkan tsunami megathrust dengan ketinggian lebih dari 20 meter.
Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Virgojanti mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan mitigasi dengan melakukan sosialisasi dan simulasi bencana tsunami disejumlah daerah khususnya Lebak dan Pandeglang yang jadi daerah paling rawan terkena dampak megathrust.
“Besok ada rapat kesiapsiagaan di Pandeglang, guna membahas potensi itu. Kita juga terus mengingatkan masyarakat supaya tidak lengah melalui pelatihan evakuasi. Jadi kita untuk mitigasi bencananya sudah kita berikan sehingga mudah-mudahan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat jika suatu waktu terjadi bencana,” kata Virgojanti saat ditemui di KP3B, Kota Serang, Rabu 21 Agustus 2024.
Untuk BTT, Virgo mengatakan, anggaran Rp 50 miliar ini hanya akan dikeluarkan jika suatu saat terjadi bencana yang perlu dilakukan penanggulangan langsung.
Pihaknya pun saat ini tengah berkoordinasi lintas sektoral dalam memetakan daerah rawan terkena dampak bencana megathrust, dan memerhatikan rambu-rambu evakuasi.
“Kita harus perhatikan kembali titik-titik kumpulnya di mana, jangan mungkin ada rambu-rambu bencana yang hilang,” ungkapnya.
Menurutnya, menghadapi potensi megathrust ini maka diperlukan kolaborasi kuat dari semua sektoral, sebab bencana megathrust ini tidak diketahui kapan datangnya. Maka dari itu, kesiapsiagaan harus tetap dilakukan.
“Yang pasti harus siap siaga, karena kita kan enggak tahu potensi ini kapan terjadinya. Jika pun terjadi bencana, kami dari pemerintah sudah menyiapkan BTT, kemudian juga titik-titik evakuasinya dan memperkuat koordinasi dengan BPBD kabupaten kota yang memang terdampak bencana ini,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: AGung S Pambudi

