SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Okupansi hotel di kawasan wisata Pantai Anyar-Cinangka mengalami penurunan akibat munculnya isu megathrust. Bahkan, ada sebagian wisatawan yang membatalkan bookingan setelah isu tersebut ramai.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang Yurlena Rachman mengatakan, berkembangnya isu mengenai megathrust selama satu pekan terakhir berimbas padanya okupansi hotel di kawasan Pantai Anyar-Cinangka.
Berdasarkan laporan dari para anggotanya, ada beberapa pengunjung baik pribadi ataupun gurp yang membatalkan rencana mereka menginap di kawasan Pantai Anyar-Cinangka.
“Yang pasti kita merasa dirugikan atas isu tersebut. Pembatalan ada, dari grup juga ada. Bahkan yang grup bulan Oktober yang sudah melakukan pembatalan,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat 23 Agustus 2024.
Ia mengatakan, ada sebagian wisatawan yang membatalkan bookingan hotel kawasan Pantai Anyar-Cinangka. Termasuk di hotel yang ia kelola yakni di Pesona Krakatau. “Ada pembatalan grup, makanya okupansi kita turun drastis hingga dibawah 50 persen menjelang weekend,” terangnya.
Biasanya saat momen-momen weekend, okupansi hotel di kawasan pantai Anyer-Cinangka, tinggi dimana rata-rata diatas 80 persen. “Kalau di hotel saya biasanya menjelang weekend ini diatas 80 persen, lalu sisanya biasanya penuh pada saat hari H. Tapi karena ada grup yang cancel, turun sampai dibawah 50 untuk besok ini,” tegasnya.
Ia menerangkan, isu mengenai gempa megathrust picu tsunami bukanlah peristiwa yang akan terjadi dalam waktu dekat, melainkan upaya agar seluruh pihak untuk siap dengan langkah-langkah mitigasi bencana guna dapat meminimalisir jatuhnya korban jiwa.
“Kita jelaskan kalau itu bukan sebuah peringatan yang akan terjadi dalam waktu dekat, tapi lebih pada peringatan potensi agar lebih siap dengan menyiapkan skenario penyelamatan untuk meminimalisir korban jiwa,” pungkasnya.
Pihaknya mengaku, sudah memasang rabu-rambu untuk evakuasi baik di dalam hotel hingga di jalur evakuasi. “Khusus untuk hotel pesona krakatau jalur evakuasi tepat berada di sebrang jalan. Jadi untuk tamu bisa lebih gampang,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana












