TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-PT Midi Utama Indonesia Tbk atau Alfamidi memiliki 292 karyawan disabilitas. Dari ratusan karyawan disabilitas itu mayoritas karyawan adalah tuna rungu wicara, yang kemudian mendapat pelatihan bahasa isyarat.
General Manager Human Capital Alfamidi Christiana Windarsih mengatakan, karyawan disabilitas mereka sebut sebagai Alfability. Para Alfability diajarkan sejumlah materi agar bisa paham saat berkomunikasi. Pelatihan ini dilaksanakan sejak Maret tahun 2023 hingga saat ini.
Christiana Windarsih mengatakan, bahasa isyarat adalah bentuk komunikasi yang kaya dan penuh makna. Dapat menjadi jembatan antar mereka yang memiliki keterbatasan dalam pendengaran dengan masyarakat luas.
“Alfamidi berharap melalui pelatihan ini seluruh karyawan semakin memahami pentingnya inklusivitas dan empati dalam berkomunikasi,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kamis 26 September 2024.
Menurut Christiana, Alfamidi mengajak semua karyawan menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan berkontribusi secara penuh tanpa memandang keterbatasan fisik.
“Alfamidi juga mendorong semua pihak untuk belajar dan memahami dasar-dasar bahasa isyarat sebagai bagian dari upaya kita dalam menciptakan kesetaraan akses komunikasi di tempat kerja,” ungkapnya.
Menurutya, kelas bahasa isyarat awalnya dilakukan di sejumlah cabang dan warehouse mendapat sambutan antusias.
Nantinya pelatihan bahasa isyarat offline dan online akan diperluas di seluruh cabang Alfamidi hingga head office. Beragam video pembelajaran bahasa isyarat juga disiapkan agar karyawan mudah mengaksesnya kapan saja.
“Untuk ke depannya, kelas bahasa isyarat ini akan secara konsisten dilaksanakan kepada seluruh karyawan toko, warehouse dan office, terutama kepada karyawan yang berinteraksi langsung dengan rekan-rekan Alfability,” tuturnya.
Untuk diketahui, jumlah karyawan disabilitas Alfamidi yang mencapai 1,02 persen ini sudah melampaui persyaratan UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Undang-undang ini mewajibkan perusahaan mempekerjakan paling sedikit 1 persen penyandang disabilitas dari total jumlah karyawannya.
Editor: Aas Arbi











