(Hari Statistik Nasional, 26 September 2024)
Oleh: Suhandi, S.ST, MM, Statistisi Ahli Madya BPS Kota Serang
Siapapun diantara kita, pasti sepakat bahwa Statistik merupakan sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak pernah melakukan kegiatan statistik. Hampir seluruh aktivitas manusia mengandung unsur statistik. Keputusan atau kebijakan yang dikeluarkan oleh perorangan, pihak swasta maupun pemerintah berlandaskan statistik.
Apa itu statistik?
Menurut Pasal 1 dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997, pengertian statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antar unsur dalam penyelenggaraan statistik. Jika kita adalah orang awam bisa menterjemahkan kata statistik sebagai segala sesuatu terkait dengan data, itu adalah statistik.
Semua orang pasti pernah mengisi biodata, itu adalah salah satu proses pengumpulan data. Proses mencicipi masakan dengan mencoba sedikit saja lalu memutuskan bahwa masakan itu cukup enak, itu adalah kegiatan statistik yang disebut dengan Sampling atau Teknik pengambilan sampel. Ibu-ibu yang berbelanja sesuatu barang di pasar dan membandingkan harga antar toko lalu merata-ratakan harga barang tersebut adalah kegiatan statistik.
Seorang pemuda atau pemudi yang ingin mendapatkan pasangan terbaiknya harus mengetahui data dan informasi terkait calon pasangannya. Berapa umurnya, apa pekerjaannya, berapa pendapatannya, siapa orang tuanya, bagaimana sifatnya dan data lainnya. Setelah tahu datanya, pemuda/pemudi akan memutuskan apakah dia layak untuk menjadi pasangan.
Mereka yang melakukan kegiatan pertaruhan seperti perjudian, pasar modal atau segala sesuatu dengan unsur ketidakpastian juga memerlukan data plus ilmu peluang atau probabilitas yang merupakan bagian dari ilmu statistik.
Pengusaha tidak mungkin mengambil Keputusan tanpa data. Pemerintah pusat atau daerah akan salah kebijakan jika kegiatan Pembangunan tanpa berlandaskan data yang akurat. Ada pepatah mengatakan bahwa membangun itu mahal, tapi membangun tanpa data jauh lebih mahal.
Hari Statistik Nasional (HSN) 2024
Tanggal 26 September 2024 ada peringatan nasional bernama Hari Statistik. Hari Statistik Nasional merupakan peringatan yang diadakan untuk menghormati hari di mana UU Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik diundangkan di Indonesia.
Hari Statistik Nasional (HSN) bukan milik Badan Pusat Statistik atau milik pemerintah saja. HSN seharusnya dirayakan oleh seluruh warga negara Indonesia. Kenapa? Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa setiap orang dipastikan sering melakukan kegiatan statistik baik yang disengaja maupun tidak.
Tema Hari Statistik Nasional (HSN) 2024 adalah “Statistik Berkualitas untuk Indonesia Emas” merupakan cerminan visi bersama untuk membangun Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera, yang didukung oleh data statistik yang akurat dan berkualitas. BPS, sebagai penyedia data statistik, sangat mengandalkan keterlibatan semua pihak untuk memastikan data yang dihasilkan dapat mendukung perencanaan pembangunan.
Presiden Joko Widodo pada berbagai kesempatan menyatakan bahwa Data merupakan Sesuatu yang sangat berharga, malah lebih berharga daripada minyak. Otomatis data yang valid dan berkualitas yang dimaksud oleh Presiden Jokowi.
Selama ini, masyarakat merasa bahwa statistik hanya milik Badan Pusat Statistik (BPS). BPS saja yang lebih banyak fokus pada data dan mengembangkan perstatistikan di Indonesia. Padahal data terdapat di mana-mana termasuk pada seluruh Kementerian/lembaga, pemerintah provinsi maupun kabupaten kota.
Dulu, instansi selain BPS tidak terlalu ‘berpusing-pusing’ dengan data. Sekarang ini, tidak ada instansi yang berani untuk mengabaikan data. Mereka menggunakan data untuk perencanaan, monitoring dan evaluasi dari kegiatan. Apalagi, mereka memiliki data sektoral yang harus dikembangkan dan dijadikan program untuk mengatasi segala permasalahan.
Bagaimana Pembangunan pada level terkecil desa/kelurahan bisa berjalan dengan baik jika data pada pada level ini tidak tersedia dan terkelola dengan baik. Oleh karena itu, secara perlahan BPS mulai melakukan pembinaan terhadap aparat dan masyarakat desa yang disebut dengan Desa Cantik atau Desa/kelurahan Cinta Statistik.
Bagaimana sebuah provinsi atau kabupaten/kota bisa memajukan daerahnya tanpa data yang akurat dan berkualitas. BPS juga berusaha turut membantu pemerintah daerah dalam membina organisasi perangkat daerah dalam memperbaiki dan mengelola data sektoralnya.
Hari Statistik Nasional tahun 2024 dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya data statistik dalam kehidupan sehari-hari, serta memperkuat kolaborasi antar instansi dan masyarakat dalam penyediaan data berkualitas demi mewujudkan Indonesia Emas yang Sejahtera.
Semoga Indonesia dan seluruh provinsi/kabupaten/kota memiliki dan menggunakan data yang akurat dan berkualitas untuk Pembangunan sehingga Indonesia Emas 2045 dapat terwujud.
Selamat Hari Statistik Nasional (HSN) 2024, Maju dan Sejahteralah Indonesia, Provinsi Banten dan seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten. Aamiin. (*)












