LEBAK, RADARVANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak tahun ini mengalokasikan dana bantuan tidak terduga (BTT) sebesar Rp20 miliar lebih.
Dari Rp20 miliar tersebut hampir 50 persen anggaran BTT yang terserap atau tinggal menyisakan Rp10 miliar.
Asisten daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Lebak, Ajis Suhendi mengatakan, dana BTT untuk penanggulangan bencana alam. Pasalnya, wilayah Kabupaten Lebak merupakan zona merah bencana longsor, angin kencang, gempa bumi, dan tsunami.
“Kebanyakan untuk penanganan darurat bencana dari Rp20 miliar lebih sampai Agustus yang telan terpakai Rp10,5 miliar. Kami berharap, tidak ada lagi bencana datang di Lebak di akhir tahun, walaupun Lebak merupakan zona rawan becanaca alam, d imana hampir sebagian besar daerah di Lebak merupakan daerah rawan bencana,” katanya, Rabu 25 September 2024.
Menurut mantan Kabag Adpem Pemkab Lebak ini, cuaca ekstrem yang terjadi di Indonesia berpotensi menyebabkan terjadinya bencana alam di daerah. Karenanya, ia mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap ancaman bencana banjir, longsor, dan angin puting beliung. Jika masyarakat lengah, dia khawatir bencana alam yang terjadi dapat menimbulkan korban jiwa dan kerugian materil yang besar. Apalagi, beberapa waktu lalu Lebak juga diguncang bencana gempa yang menyebabkan ratusan rumah di Lebak rusak.
“Dana tersebut akan digunakan untuk penanganan bencana alam selama setahun. Itupun apabila anggarannya ada. Karenanya saya harap, dana yang disiapkan untuk penanganan bencana alam cukup untuk satu tahun,” katanya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Feby Rizky Pratama mengatakan, berdasarkan pemetaan BPBD Kabupaten Lebak, sebagian besar wilayah di Kabupaten Lebak rawan terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Yakni, Kecamatan Rangkasbitung, Kalanganyar, Cimarga, Cibadak, Cileles, Malingping, Wanasalam, Panggrangan, Bayah, Sobang, Cigemblong, Banjarsari Muncang, Cilograng dan Gunungkencana. Sedangkan ke 19 daerah tanah longsor yakni, Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, Cipanas, Lebakgedong, Muncang, Sobang, Leuwidamar, Cimarga, Bojongmanik, Cirinten, Cikulur, Cileles, Cihara, Panggarangan, Bayah, Cibeber dan Cilograng.
“Saya telah perintahkan kepada seluruh Camat untuk selalu memonitor wilayahnya, khususnya di daerah titik rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor, serta langsung menginformasikan kepada Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) bila terjadi bencana. Sehingga, bisa dengan cepat diberikan bantuan,” ujarnya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aditya












