TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) melakukan studi banding ke Pasar Tohaga Bogor pada Kamis, 26 September 2024.
Studi banding tersebut dilakukan bertujuan untuk mengetahui potensi apa saja yang bisa dikembangkan untuk menambah pendapatan perusahaan, khususnya pada pengelolaan pasar rakyat.
Direktur Operasi pada Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja, Ashari Asmat mengatakan, tujuan ke Perumda Pasar Tohaga adalah untuk melakukan studi banding terhadap pengelolaan pasar rakyat.
Dimana, pihaknya ingin mengetahui potensi apa saja yang bisa dikembangkan untuk menambah pendapatan perusahaan.
“Jadi, di Perumda Pasar Tohaga itu sudah dibuka peluang aneka usaha, misalnya menjadi distributor beras bagi ASN dan lain-lain,” terang Ashari, Minggu 29 September 2024. kepada RADARBANTEN.CO.ID melalui telepon seluler.
Selain itu kata Ashari, di sana (pasar Tohaga-red) juga telah dilakukan digitalisasi seperti sudah menggunakan QRIS dalam melakukan pembayaran jual beli, serta adanya BPJS ketenaga kerjaan bagi para pedagang.
“Namun, banyak juga kemiripan antara Pasar Tohaga dengan Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja,” ucapnya.
Kata Ashari, Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja juga sudah melakukan pembayaran secara cash less bagi pembeli di pasar rakyat dengan menggunakan QRIS pada beberapa pasar.
Selain itu juga, di Pasar Sentiong Balaraja pernah dilakukan kerjasama untuk BPJS ketenaga kerjaan, meskipun memang belum merata
“Bahkan di tahun 2021, untuk penggunaan QRIS Perumda Pasar NKR mendapat penghargaan Digital Payment Award dari BJB,” ungkapnya.
Menurut Ashari, digitalisasi pasar rakyat merupakan program untuk meningkatkan daya saing antara pasar rakyat. Sehingga diperlukan terbentuknya atmosfer kenyamanan bagi para pedagang dan konsumen dalam melaksanakan transaksi jual beli dan menjalin kerjasama kemitraan dalam hal peningkatan pengelolaan pasar.
Di sisi lain tambah Ashari, digitalisasi juga berperan terhadap peningkatan pendapatan dalam rangka PAD perlu dilakukan inovasi untuk peningkatan pendapatan dari sumber-sumber lain, yang tentunya berkaitan dengan pasar rakyat.
“Karena dengan mengandalkan dari pendapatan pelayanan sepertinya tidak akan optimal lagi, hingga perlu terobosan yang inovatif, bila ingin berkembang khususnya peningkatan pendapatan,” katanya.
Ashari menambahkan, studi banding tersebut bisa memberikan kesempatan Perumda Pasar NKR untuk saling belajar dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan pasar rakyat.
“Kita ingin saling bertukar pikiran dan pendapat dalam pengelolaan pasar, sehingga ada pengayaan wawasan tentang bagaimana untuk memajukan perusahaan,” pungkas Ashari.
Reporter : Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi











