TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Provinsi Banten mendapat peringkat pertama tingkat pengangguran tertinggi se-Indonesia. Peringkat pertama ini didapat dua tahun berturut-turut.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provonsi Banten, Septo Kalnadi, mengungkapkan, Provinsi Banten masih yang tertinggi tingkat pengangguran terbukanya se-Indonesia.
“Survei terakhir bahwa tingkat pengangguran terbuka di Banten itu masih yang tertinggi se-Indonesia, sudah 2 tahun berturut-turut,” ujar Septo di UPTD Latihan Kerja, Selasa, 1 Oktober 2024.
Septo mengatakan, jumlah masyarakat Banten yang menganggur mencapai 425 ribu orang atau 7,2 persen dari tingkat pengangguran terbuka se-Indonesia.
“Walaupun memang persentase itu di tahun lalu berkurang dari 7,9 persen menjadi 7 persen, tapi keadaan itu tetap menjadikan Banten tertinggi tingkat pengangguran terbukanya,” tegas Septo.
Menurut Septo, merespon hal di atas, Disnakertrans Provinsi Banten terus berupaya menekan tingginya tingkat pengangguran di Banten dengan meningkatkan kompetensi dan pelatihan pada masyarakat penganggur.
Menurutnya, salah satu upaya yang sedang dimaksimalkan adalah program pelatihan berbasis kompetensi yang diadakan UPTD Latihan Kerja yang telah memasuki gelombang ke-5.
“Kita akan mewujudkan indeks pembangunan ketenagakerjaan yang berkualitas, pada tahun 2024 ini targetnya 71,85 persen. Sehingga, jika itu tercapai, maka peningkatan pembangunan ketenagakerjaan dapat terpenuhi dengan meningkatkan kompetensinya,” ujar Septo.
Septo mengatakan, pihaknya juga akan meningkatkan sarana prasarana pelatihan kerja, sehingga kompetensi yang dapat dilatih mengikuti perkembangan zaman.
“Untuk diketahui, UPTD Latihan Kerja kita ini dibangun di tahun 1982-1983. Alat-alatnya sedikit dan ketinggalan zaman saat ini. Contohnya mesin jahit saat ini pakao tiga jarum, kita hanya memiliki 1 jarum. Jadi kita akan bangun UPTD Latihan Kerja kita sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Menurutnya lagi, visi misi kepala daerah terpilih nantinya berpengaruh pada pengentasan kemiskinan dan pengangguran di Banten maupun di daerah Kota/Kabupaten se-Banten, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) calon kepala daerah terpilih.
Editor: Agus Priwandono











