SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Persoalan pengangguran masih menjadi tantangan pelik bagi Pemerintah Provinsi Banten.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penganggur di Tanah Jawara pada November 2025 mencapai 430.000 orang, atau mengalami kenaikan sebesar 17.660 orang jika dibandingkan dengan kondisi Agustus 2025.
Merespons tren negatif tersebut, DPRD Provinsi Banten mendesak pemerintah untuk beralih dari ketergantungan pada sektor industri besar menuju penguatan ekonomi berbasis rumah tangga.
Wakil Ketua DPRD Banten, Imron Rosadi, menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja tidak harus selalu bertumpu pada sektor pabrik.
“Masalah utamanya adalah bagaimana masyarakat memiliki income. Kita perlu menciptakan lingkar ekonomi baru melalui integrasi program lintas dinas, seperti pertanian, peternakan, dan perikanan,” ujar Imron kepada wartawan, Sabtu 28 Februari 2026.
Imron mencontohkan, pengembangan peternakan ayam petelur skala kecil dengan kepemilikan 10 hingga 20 ekor per rumah dapat menjadi solusi konkret.
Menurutnya, usaha mikro ini mampu menopang rantai pasok pangan lokal sekaligus memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga.
“Tidak harus peternakan besar. Skala kecil pun jika bergerak masif akan saling menopang. Kami juga mendorong pemanfaatan teknologi agar produktivitas meningkat dengan pendekatan bottom-up agar masyarakat merasa memiliki program tersebut,” pungkasnya.
Editor Daru











