SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Banten saat paripurna istimewa HUT ke-24 Banten, KP3B, Kota Serang, Jumat, 4 Oktober 2024.
Mereka menyoroti angka pengangguran di Provinsi Banten yang tinggi, bahkan menduduki peringkat pertama secara nasional.
Mahasiswa menilai, Pemprov Banten tak memiliki progres dalam pengentasan angka pengangguran di Tanah Jawara. Merekapun meragukan keseriusan Pemprov Banten.
“Pemprov Banten itu harus serius dalam menangani isu pengangguran,” kata Sekretaris Umum HMI Cabang Serang, Hafiz Nur Arifin, di sela-sela aksi.
Hafiz menerangkan, kondisi saat ini sangatlah memprihatinkan, yang mana mencari lapangan pekerjaan masih menjadi hal yang sulit, bahkan makin sulit. Sebab, jumlah perusahaan industri tidak sesuai dengan lapangan pekerjaan yang ada.
Di mana, ada sekira 2.515 perusahaan yang beroperasi di Banten. Sedangkan, 424,69 ribu warga di Provinsi Banten pada Februari 2024 menganggur.
“Banten memiliki bandara internasional dan pelabuhan terbesar. Tetapi keberadaannya tidak memiliki dampak signifikan bagi perekonomian Banten,” katanya.
Oleh karena itu, dia meminta Pemprov Banten segera melakukan percepatan ekonomi di masyarakat baik dari sektor mikro ataupun makro.
Hal ini agar Provinsi Banten memiliki kepastian ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Soal kemiskinan juga banyak, itu juga muaranya juga terkait dengan perekonomian karena minimnya lapangan kerja,” tegas dia.
Berdasarkan pantauan, dalam aksinya, para mahasiswa ditemui oleh dua anggota DPRD Banten dari Fraksi Gerindra, Muhammad Nizar dan Rifky Hermiansyah. Keduanya pun duduk bareng bersama para mahasiswa untuk saling berdiskusi tentang masalah ini. Usai berdiskusi panjang, para mahasiswa akhirnya membubarkan diri secara kondusif.
Editor: Agus Priwandono











