LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kondisi gelombang tinggi melanda pantai Lebak Selatan, tepatnya di sepanjang Kecamatan Bayah hingga Wanasalam, Kabupatan Lebak.
Salah seorang Nelayan Bayah, Agus Basri mengungkapkan, kondisi gelombang tinggi, berpotensi membahayakan nelayan. Untuk itu, puluhan perahu nelayan harus bersandar di pelabuhan karena dampak gelombang tersebut.
“Iya, kami hari ini tidak melaut, cuacanya tidak bagus, sangat berbahaya,” kata Agus yang juga Ketua Paguyuban Nelayan Lebak kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 16 Oktober 2024.
Ia mengungkapkan, kondisi gelombang tinggi terjadi pada Selasa malam 15 Oktober 2024. Gelombang mulai pasang, bahkan air laut naik dan menghempaskan beberapa warung warga yang berada di pesisir pantai.
“Gelombang mulai naik sekitar pukul 24.00 WIB, air sudah naik cukup deras,” terang Agus.
Ia berharap, ke depannya kondisi gelombang kembali normal dan nelayan di Pantai Lebak Selatan bisa melaut kembali dan mendapatkan hasil yang banyak.
“Semoga cepat kembali normal, karena kalau terus-terusan naik kami juga akan merugi,” tandasnya.
Diketahui mayoritas nelayan di Kabupaten Lebak, berada di pesisir pantai Lebak selatan tepatnya di Muara Binuangeun, Pantai Cihara, Pantai Pulo Manuk, Bayah dan Pantai Cilograng.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizki Pratama mengimbau agar nelayan tidak melaut terlebih dahulu. Apalagi, ketinggian gelombang di pantai Selatan mencapai 4-6 meter.
“Imbauan sudah kami sampaikan melalui relawan BPBD Lebak di beberapa kecamatan di Lebak Selatan,” ungkapnya.
Editor: Mastur Huda












