TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Kenakalan remaja, seperti tawuran antar pelajar kerap meresahkan warga khususnya di daerah perkotaan. Untuk mengurai masalah itu, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan Program Pencegahan Tawuran Antar Pelajar atau Cetar.
Progam ini pun menarik perhatian Calon Gubernur (Cagub) Banten Andra Soni. Ia pun mengapresiasi Polres Tangsel akan program yang bertujuan untuk melindungi generasi muda khususnya para pelajar agar tidak menjadi korban atau terlibat sebagai pelaku tawuran.
Andra menilai, program ini efektif untuk mengurai kenakalan remaja. Dan bisa diimplementasikan di daerah lain.
“Program ini bagus untuk mewujudkan kondusifitas di Banten. Cetar juga bagus untuk bisa diaplikasikan di daerah lain yang ada di Banten,” kata Andra Soni, Rabu, 23 Oktober 2024.
Ketua DPRD Banten periode 2019-2024 ini juga memandang penting program Cetar sebagai upaya untuk menghilangkan praktik-praktik kekerasan di lingkungan sekolah.
“Sudah saatnya kita kebiasaan baik di ke depankan, melalui adu gagasan, bukan adu kekerasan,” katanya.
Andra juga mengatakan, langkah-langkah tersebut telah dinanti semua pihak guna mengawasi dan melindungi anak-anak saat mengenyam pendidikan.
“Sebab tugas utama mereka adalah belajar,” katanya.
Sebelumnya diketahui, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor DH Inkiriwang menjelaskan, Program Cetar ini muncul kaitan adanya tawuran di Tangerang Selatan yang menimbulkan korban luka bahkan meninggal dunia.
Victor menyebutkan selama menjabat sebagai Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) selama dua bulan, sudah cukup melihat pelajar ini menjadi korban ataupun ikut melakukan tawuran.
Pihaknya pun berkolaborasi dengan Penjabat (Pj) Wali Kota Tangsel khususnya Dinas Pendidikan, Kejari, Kodim, pihak sekolah dan unsur terkait lainnya.
“Kami menciptakan Program Cetar ini sebagai wujud komitmen untuk melindungi masyarakat khususnya para generasi muda,” katanya.
Dalam Program Cetar tersebut, Victor juga melibatkan para pelajar siswa-siswi baik SMP/SMA/SMK, juga para guru dan orang tua para pelajar untuk bersama-sama bertanggung jawab mendukung program ini.
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Djati Wiyoto Abadhy berharap program tersebut bisa menjadi pilot project untuk wilayah lainnya. Ia juga berharap program tersebut nantinya bisa mengurangi angka tawuran di wilayah Tangerang Selatan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi pilot project yang ada di jajaran Polda Metro Jaya dan ini diinisiasi oleh Polres Tangerang Selatan yang sudah ditunggu semua pihak dalam rangka untuk mengawasi dan menjaga anak anaknya dalam rangka mengenyam pendidikan, yang tentu mereka masih memiliki masa depan yang panjang,” kata Djati dalam keterangannya.
Editor: Mastur Huda











