SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat, memasuki awal musim hujan sejak 28 Oktober 2024, sebanyak 13 pohon di sejumlah titik Kota Serang tumbang yang menimpa rumah warga, kendaraan, hingga menutup akses jalan.
Menurut BPBD, belasan pohon tumbang itu akibat dari cuaca ekstrem yang melanda Kota Serang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Serang, Diat Hermawan mengatakan, belasan pohon tumbang itu terjadi di empat kecamatan.
Empat kecamatan itu diantaranya, Kecamatan Serang satu titik, Kecamatan Cipocok Jaya empat titik, Kecamatan Taktakan dua titik, dan Kecamatan Walantaka enam titik.
“Di Kecamatan Serang ada di Komplek Ciceri Indah, itu sampai menimpa satu unit kendaraan roda empat,” kata Diat, Senin, 4 November 2024.
Diat mengatakan, di Kecamatan Cipocok Jaya terdapat empat titik, di Kelurahan Penancangan, depan Kampus Universitas Terbuka, Komplek Kota Serang Baru, dan Komplek Bumi Mutiara Serang.
“Dari empat itu, kebanyakan menutup akses jalan, menimpa pager rumah, dan kabel di jalan raya,” ucap Diat.
Lanjut Diat, di Kecamatan Taktakan terdapat dua titik peristiwa pohon tumbang. Satu diantaranya menimpa satu unit kendaraan roda empat.
“Dekat Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPAS) Cilowong, sama Perum Ranau Estate, Kelurahan Panggung Jati menimpa satu unit mobil,” ujar Diat.
Terakhir, berada di Kecamatan Walantaka yang terbilang cukup banyak pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Seperti di Kelurahan Pager Agung, Kelurahan Pipitan, Kelurahan Kalodran, Jalan Poros Karundang (belakang kampus Unpam), Lingkungan Pekuncen, hingga Kelurahan Pengampelan.
“Dari enam titik itu, dua diantaranya menimpa rumah warga, dan satu menimpa kendaraan roda empat,” ucap Diat.
Diat berpesan, apabila terdapat pohon yang rawan tumbang, untuk segera dilakukan penebangan. Pasalnya, hal itu akan membahayakan apabila terjadi cuaca ekstrem.
“Mudah-mudahan ada langkah antisipasi dari masyarakat sendiri, pertama misalkan melihat pohon yang sudah tua atau rawan tumbang, ya dengan swadaya dilakukan penebangan,” tutur Diat.
Editor: Abdul Rozak











