PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Nelayan di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, menerima surat penting dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.
Isi surat dari Kementerian ESDM yaitu merilis status tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) berada pada level II (waspada).
Kementerian ESDM RI merilis status Gunung Anak Krakatau berada dalam level waspada berdasarkan hasil evaluasi aktivitas gunung api tersebut periode 16-31 Oktober 2024.
Nelayan warga Kampung Ketapang, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Ruyadinata mengatakan, para nelayan menerima surat penting dari Kementerian ESDM.
“Isi suratnya kaitan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih aman. Statusnya berada pada level II atau waspada,” katanya, Selasa, 5 November 2024.
Sehubungan dengan itu, direkomendasikan agar masyarakat dan nelayan tidak melakukan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau.
“Dan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, dan lontaran batu pijar serta hujan abu lebat dalam radius dua kilometer dari kawah,” katanya.
Suryadinata mengatakan, situasi saat ini perairan laut Selatan Pandeglang aman. Gunung Anak Krakatau juga aman.
“Terpantau tidak begitu aktif. Biasanya mendekati akhir tahun yaitu di bulan Desember itu suka batuk-batuk, dari Sumur juga kalau malam ketika aktif terlihat menyala lontaran batu pijar,” katanya.
Nelayan warga Sumur lainnya, Agung mengatakan, Gunung Anak Krakatau terpantau aman.
“Tidak terdengar dentuman suara letusan. Dan nelayan dapat menjalankan aktivitas melaut seperti biasa,” katanya.
Hanya saja, memang saat ini tengah terjadi angin Barat. Hasil tangkapan ikan kurang bagus.
“Khususnya untuk ikan nomor satu dicari nelayan Sumur. Yaitu ikan teri,” katanya.
“Kondisi perairan sekarang cukup bagus. Tidak terjadi gelombang tinggi,” katanya.
Editor: Agus Priwandono












