JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, berupaya mencapainua hingga 0 persen. Namun dalam kenyataannya, kemiskinan di Banten masih tinggi.
Hal ini pun menjadi bahan panelis dalam debat kedua Pilgub Banten 2024 yang digelar oleh KPU Banten di Jakarta.
Debat kedua itu sendiri mengusung tema “Peningkatan Pelayanan Masyarakat dan Penyelesaian Persoalan Daerah”.
Sedikitnya terdapat tujuh orang panelis yang menguji ide dan gagasan dari para Cagub san Cawagub.
Dalam sesi tanya jawab, panelis menanyakan tentang cara Cawagub dalam menangani kemiskinan ekstrem di Banten.
Menanggapi hal itu, Calon Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengaku memiliki lima cara dalam mengatasi kemiskinan ekstrem.
Pertama, melakukan pendataan. Kedua, menekan inflasi.
“Ketiga adalah terkait dengan investasi yang keempat adalah penggunaan produk dalam negeri yang kelima adalah bagaimana sistem pemerintahan yang tidak korupsi,” katanya saat debat di Jakarta, Kamis, 7 November 2024.
Dimyati mengaku, dirinya dan Andra juga akan membangun infrastruktur online dan offline di Provinsi Banten. Karena, kata Dimyati, luas wilayah di Tanah Jawara bervariatif sehingga penanganannya pun harus berbeda.
“Sehingga pembangunan bisa merata adil dan merata. Infrastruktur offline itu itu dibutuhkan untuk wilayah Selatan infrastruktur online itu dibutuhkan untuk wilayah utara,” ujarnya.
Editor: Agus Priwandono











