SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi II DPR RI mengapresiasi terbosoan Pj Gubernur Banten Al Muktabar yang memberdayakan SMK Tata Boga untuk porgram makan bergizi sehat. Hal itu diungkapkan usai mereka melihat dan langsung menyicipi menu makan bergizi sehat di SMKN 8 Kota Serang, Banten, Rabu, 13 November 2024.
Ketua Komisi II DPR RI M Rifqinizamy Karsayuda mengapresiasi terobosan hebat dari Pj Gubernur Banten yang melibatkan SMK Tata Boga dalam penyediaan makan bergizi sehat. “Kita tahu adalah kewenangan beliau di bawah Pemerintah Provinsi Banten bisa terlibat aktif bukan hanya sekedar menjadi objek penerima dalam program ini tetapi juga menjadi pelaku dalam mata rantai apa namanya, yang menghasilkan dan mendistribusikan,” ujarnya.
Apalagi, lanjut Rifqi, SMKN 8 Kota Serang juga mampu membuat berbagai menu yang enak. Seperti donat, roti, permen jahe, dan berbagai jenis makanan lainnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong mengatakan, jika bukan SMK Tata Boga, program makan bergizi gratis ini juga bisa melibatkan kantin sekolah. “Setiap sekolah punya kantin. Nanti kantin yang kelola. Artinya dengan sendirinya UMKM di lingkungan sekolah juga selain menyediakan makan siang gratis mereka juga bisa berpenghasilan,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Bahtra, lahan sekolah juga dapat dimanfaatkan. Misalnya saja, SMKN 8 Kota Serang memiliki lahan yang cukup luas, yakni 6 hektare. “Kan tidak semuanya bangunan. Ada halamannya juga, bisa ditanam sayur ya kan dan itu juga bisa mensuplai program makan siang gratis,” tutur politikus Partai Gerindra ini.
Kata dia, program ini butuh dukungan semua pihak secara keseluruhan, bukan hanya pemerintah.Program Presiden RI Prabowo Subianto adalah program yang sangat bagus untuk kepentingan bangsa.
Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Lukman mengatakan, pihaknya belum mendapat petunjuk teknis terkait dengan pengelolaan makan bergizi gratis. “Ada beberapa kali kami berkumpul dan rapat dengan teman-teman SMK yang punya jurusan kuliner tata boga dan pengolahan hasil pertania. Secara umum mereka siap untuk mengimplementasikan programnya,” jelas Lukman.
Kata dia, setiap sekolah mempunyai kemampuan yang berbeda dalam menyiapkan makanan untuk program makan bergizi sehat. “Ada yang sanggupnya 500, ada yang 1.000. Disesuaikan dengan kemampuan SDM yang ada di sekolah itu,” ujarnya.
Sementara itu, lanjut Lukman, bagi sekolah lainnya akan memberdayakan kantin atau UMKM di sekitar sekolah sesuai dengan arahan Wakil Ketua Komisi II DPR RI. “Nanti memberdayakan kantin, yang mungkin akan dikelola oleh koperasi. Nanti kita seperti apa kebijakannya,” terang Lukman.
Editor: Abdul Rozak











