SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebuah pagar bambu misterius yang membentang di lautan Kabupaten Tangerang sejauh 30,1 kilometer ternyata juga ditemukan di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.
Pagar laut tersebut memagari laut Kampung Bom, Desa Pedalaman, Kecamatan Tanara kurang lebih sepanjang 4 kilometer. Pagar tersebut berjejer rapi dan membatasi akses para nelayan untuk mencari ikan.
Koordinator Koalisi Rakyat Banten Utara Melawan (Karbala), Muhajir mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari nelayan di Desa Pedalaman terkait adanya pagar laut yang membentang di wilayah mereka.
Pihaknya kemudian, mendampingi para nelayan untuk melihat langsung kondisi pagar laut yang terpasang di Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang dan Desa Muncung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.
“Kita tadi diundang oleh teman-teman di sana, karena ada pagar laut, mereka resah. Setelah dilihat, sangat semerawut kondisi pagar itu, karena banyak yang sudah padah juga kan bambunya,” katanya, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu 25 Januari 2025.
Ia memperkirakan, panjang pagar bambu yang membentang di Desa Pedalaman kurang lebih sepanjang 4 kilometer. Kondisi tersebut dikeluhkan oleh nelayan karena menyakitkan mereka ketika ingin pergi melaut.
“Jadi cerita dari nelayan banyak yang sering ganti kipas, jaring mereka ada yang menyangkut dan sobek, bahkan ada kapal yang bocor,” ujarnya.
Ia mengaku, berdasarkan pengakuan dari para nelayan, pagar tersebut sudah cukup lama terpasang. Namun nelayan tidak berani menyuarakan hal tersebut karena merasa takut.
“Nelayan yang di Kabupaten Serang sebenarnya sudah lama ingin menyuarakan cuman tidak berani soal pagar itu, karena marak isu yang di Tangerang, akhirnya berani bersuara,” ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi pagar yang membentang di laut Desa Tanara persis seperti pagar yang memagari laut Tangerang. “Kalau di lihat dari atas sepertinya terlihat ada skat-skat seperti tambak itu, sama seperti yang di Tangerang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Tanara, Jayadi membenarkan hal tersebut. Rencananya nelayan Kecamatan Tanara akan melakukan aksi pencabutan pagar bambu tersebut.
“Ia benar, besok rencananya akan ada aksi pencabutan pagar bambu. Kumpul sekitar jam 8. Ini sangat mengganggu nelayan,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











