LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kawasan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, kembali menjadi perhatian publik.
Terkait maraknya kasus curanmor tersebut Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) menyoroti kinerja Polres Lebak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun radarbanten.co.id, maraknya curanmor salah satunya terjadi di Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung.
Salah satu korban, warga Rangkasbitung Siti Saotun Nufus, mengungkapkan bagaimana kondisi rumahnya setelah kemalingan itu.
“Gerbang di rumah dibobol. Keknya itu dah diincer karena kan pake gembok dan kebilang susah juga,” katanya kepada radarbanten.co.id, Selasa 28 Januari 2025.
Menanggapi hal tersebut, Sapnudi, salah satu Pengurus Pusat IMALA, menyatakan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait lemahnya pengawasan dan penegakan hukum oleh aparat kepolisian.
“Maraknya curanmor di Rangkasbitung, khususnya di Desa Mekarsari, menunjukkan lemahnya sistem keamanan di wilayah ini. Kami berharap Polres Lebak dapat lebih responsif dalam menindaklanjuti laporan masyarakat dan memperkuat patroli di daerah-daerah rawan,” ujarnya.
Ia mendorong warga untuk lebih waspada dan saling bekerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari. Selain itu, kami juga mendorong pembentukan pos keamanan lingkungan yang lebih efektif,” ujarnya.
Lebih lanjut, dirinya berharap ada tindakan konkret untuk menekan angka kejahatan dan memberikan rasa aman bagi warga.
“Kami menilai Kapolres Lebak yang baru jangan sampai terlena setelah serah terima jabatan. Jabatan itu amanah, bukan sekadar seremonial belaka. Maraknya curanmor yang terjadi adalah bentuk nyata dari lemahnya pengawasan keamanan di wilayah hukum Polres Lebak,” tuturnya.
“Jika langkah tegas dan solusi konkret tidak segera diambil, maka ini bukan hanya soal kejahatan biasa, melainkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Polres Lebak harus menunjukkan keberpihakan pada masyarakat, bukan sekadar menjalankan rutinitas tanpa hasil nyata,” imbuhnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











