LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta Ferdian Suryo Adhi Pramono menyebutkan bahwa rektivasi rel kereta Rangkasbitung-Labuan masih fokus pada pembebasan di tahun 2025 hingga 2026.
“Kenapa penertiban lahan dan pengamanan aset ini butuh waktu yang panjang, setelah kami melakukan survey, sudah banyak beralih fungsi,” kata Ferdian saat acara ekspose bersama media di Jakarta, Jumat 31 Januari 2025.
Ferdian menjelaskan, alasan penertiban lahan butuh waktu yang panjang karena situasi saat ini sudah berbeda dengan keadaan sebelumnya.
“Mungkin kalau terkait dengan halaman warga, kita masih bisa bernegosiasi, tetapi kalau bicara ada sekolah dan ada masjid, ada salah satu orang berpengaruh di wilayah tersebut, nah ini sedikit butuh waktu dan proses, diskusi lebih panjang,” tuturnya.
Ia berharap, reaktivasi jalur kereta kereta Rangkasbitung-Labuan mendapat sambutan baik dari masyarakat Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
“Tapi kami harapannya simpel, mereaktivasi Rangkas, Pandeglang sampai dengan Labuan ini, untuk memenuhi harapan dari pemerintah daerah dan masyarakat yang ada di sekitar wilayah tersebut,” jelasnya.
Diketahui, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jakarta akan memulai proses pembangunan reaktivasi kereta Rangkasbitung-Labuan pada 2027.
Editor: Mastur Huda











