CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Empat anak buah kapal (ABK) Kapal Tugboat (TB) Mega 09 milik PT Sahabat Kapuas berhasil lolos dari maut setelah terapung lebih dari tiga jam di perairan Selat Sunda.
ABK kapal tugboat yang menarik tongkang muatan Crude Palm Oil (CPO) itu lolos dengan mengandalkan life jacket atau pelampung yang menempel di badannya.
Peristiwa tenggelamnya TB Mega 09 itu terjadi pada Minggu 2 Februari 2025 kemarin. Dalam peristiwa itu total enam AKB yang tenggelam. Namun dua ABK berhasil diselamatkan tak lama dari peristiwa terjadi.
Sedangkan empat ABK lainnya sempat hanyut terombang ambing terbawa arus laut.
Enam ABK TB Mega 09 yang terlepas dari maut tersebut diantaranya, Ali Usman (34) yang bertugas sebagai kapten, Boni Afano (55) yang bertugas sebagai chief officer, Ismaili (54) sebagai juru mudi, Wahyudin (19) sebagai kelasi, Ridho Idris (26) sebagai kelasi, dan Alexandro (28) sebagai KKM.
Berdasarkan informasi yang diterima dari Kantor Pertolongan dan Pencarian atau SAR Banten, Kapal TB Mega 09 tenggelam saat memandu kapal tongkang. Sekira pukul 08.24, kapal pandu tunda tersebut dilaporkan tenggelam.
Dugaan sementara TB Mega 09 tenggelam usai di terjang oleh angin dan ombak besar, karena cuaca yang tengah tidak stabil dan berubah-ubah.
Kepala Subseksi Siaga dan Operasi pada Kantor Pertolongan dan Pencarian atau SAR Banten Rizky Dwianto menjelaskan, Kantor SAR Banten menerima laporan pada pukul 08.24 WIB dan segera melakukan pencarian.
Untuk mencari ABK yang tenggelam, SAR Banten memberangkatkan tim dan RIB 02 Banten.
Pada pukul 08.55 WIB dua orang ABK berhasil diselamatkan oleh Kapal Muatan Penumpang (KMP) Jackson.
Sekira beberapa jam kemudian, tepatnya pada Pukul 12.22 WIB empat orang ABK lain berhasil di selamatkan oleh Kapal Negara (KN) Tanjung Datu milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) dalam keadaan terapung di lautan menggunakan safety jacket.
Setelah berhasil dievakuasi, tim gabungan langsung memberikan pertolongan pertama kepada para korban.
Editor: Bayu Mulyana










