• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Lebak

Sejarah Kereta Api Rangkasbitung-Labuan, Dibangun Jepang dan Tak Aktif Sejak 1982

Purnama Irawan by Purnama Irawan
Senin, 3 Februari 2025 10:00
in Lebak, Pandeglang, Utama
Sejarah Kereta Api Rangkasbitung-Labuan, Dibangun Jepang dan Tak Aktif Sejak 1982

Bangunan Eks Stasiun Pandeglang, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, masih berdiri kokoh. (Foto: Purnama)

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID -Jalur rel Kereta Api Rangkasbitung-Labuan ini menghubungkan antara Kabupaten Pandeglang dengan Kabupaten Lebak. Menurut sejarah pada 18 Juni 1906, dibuat sebuah jalur percabangan dari Stasiun Rangkasbitung yang mengarah ke daerah Labuan.

Pada lintas Rangkasbitung-Labuan ini, dibangun pula sebuah percabangan di Stasiun Saketi yang menuju ke daerah Bayah saat masa pendudukan Jepang, tepatnya pada tahun 1943-1944.

RelatedPosts

Kasus sabu di Pasar Kemis Tangerang

Kasus Sabu di Pasar Kemis, Satu Orang Direhabilitasi dan Satu Ditahan

Kamis, 29 Oktober 2026 18:35
Polres Serang

Pemuda 19 Tahun di Jawilan Ditangkap Polisi, 91,92 Gram Tembakau Sintetis Disita

Kamis, 29 Oktober 2026 16:34
Hujan lebat disertai angin kencang di Lebak

BPBD Lebak Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di 10 Kecamatan

Kamis, 29 Oktober 2026 16:20
Dua residivis curanmor Tangerang

Dua Residivis Ditangkap, Polisi Ungkap Dugaan Tujuh Aksi Curanmor di Tangerang

Kamis, 29 Oktober 2026 16:15

Jalur ini dibangun oleh para tawanan perang Jepang (romusha) untuk mengangkut hasil batu bara dengan moda kereta.

Dengan titik nol jalur Rangkasbitung-Labuan dimulai dari Stasiun Rangkasbitung, Stasiun Cibuah, Stasiun Warunggunung, Stasiun Pasirtangkil yang masuk wilayah administratif Kabupaten Lebak. Selanjutnya memasuki wilayah Pandeglang itu melintasi Stasiun Pandeglang, Stasiun Cibiuk, Cimenyan, Kadukacang, Sekong, Cipeucang, Cikadueun, Saketi, Sodong, Kananga, Menes, Babakan Lor, Kalumpang dan Stasiun Labuan.

Jalur KA Rangkasbitung-Labuan pada tahun 1920-an menjadi masa kejayaannya karana setiap harinya ada 5 perjalananan Pulang Pergi yang melintasi rel sepanjang 56,6 kilometer.

Sejak sekitar tahun 1978, hanya ada 1 perjalanan PP saja pada jalur Rangkasbitung-Labuan dengan nomor lokomotifnya B5138. Selain itu sering juga menggunakan lokomotif BB1005 dan B5132.

KA berangkat dari Labuan sekitar pukul 04.00 WIB pagi, lalu kembali ke Labuan dari Rangkasbitung sekitar pukul 14.00 WIB atau 15.00 WIB sore. Lokomotif menginap di emplasemen Stasiun Labuan untuk berdinas di keesokan harinya.

Stasiun paling sibuk di lintas ini, di luar Rangkasbitung, adalah Labuan yang melayani naik-turun penumpang sebanyak 53-136 ribu orang per tahun serta pengangkutan barang hingga sejumlah hampir 7 ribu ton per tahun, di antara tahun 1950-1953. Stasiun kedua tersibuk adalah Menes, yang melayani antara 44-89 ribu penumpang per tahun pada kurun waktu yang sama.

Kereta api di lintas ini pada masa lalu dimanfaatkan, salah satunya, untuk mengangkut ikan dari Labuan untuk dijual ke Jakarta, dan sebaliknya membawa garam dari Tanah Abang untuk pembuatan ikan asin di Labuan.

Jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan tidak aktif sejak tahun 1982 dan resmi ditutup tahun 1984. Pada tahun 2025 ini jalur rel Kereta Api ersebut sudah tertutup oleh rumah warga, pabrik, sekolah dan jalan umum.

Ditutup pada tahun 1984 dikarenakan kalah bersaing dengan moda transportasi massal lain yaitu angkutan umum. Padahal pada saat Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (sebelum berdirinya Provinsi Banten) sempat meminta agar lintas ini kembali diaktifkan beberapa waktu setelah ditutup, tetapi tidak dikabulkan oleh PJKA (PT KAI).

Namun memasuki tahun 2025 jalur Kereta Api Rangkasbitung-Labuan akan direaktivasi atau diaktifkan kembali.

Tokoh Masyarakat Pandeglang Tb Entus Mahmud Sahiri mengaku, pernah merasakan naik Kereta Api Rangkasbitung-Labuan.

“Pada saat itu ia masih anak-anak. Diajak oleh ayahnya menuju Jakarta,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID Minggu, 2 Februari 2024.

Tb Entus mengatakan, kalau ia sering naik karena diajak sama almarhum ayahnya. Serta sering naik juga bareng temennya.

“Tapi ia lupa berapa harga karcis saat itu. Yang jelas perjalanannya mengasyikan karena memang diajak jalan-jalan,” katanya.

Perjalanan kereta pada masa itu menggunakan lokomotif uap untuk menarik rangkaian Kereta Api. Jadi bukan menggunakan diesel ataupun KRL.

“Lokomotif uap itu memiliki ciri khas berasap. Selama perjalanan akan terlihat kepulan asap hitam pekat di lokomotif,” katanya.

Kemudian, lokomotif uap juga memiliki ciri khas tersendiri saat melintas. Ada ciri khas dari suaranya dari suling (atau klakson) uap yang umumnya menggunakan tali tarik (atau kadang-kadang tuas) yang memungkinkan berbagai macam ekspresi.

“Dengan bunyi yang khas, tuuut. Jadi memang kita memiliki kebanggan saat menaiki Kereta Uap karena memang saat itu belum banyak alat transportasi,” katanya.

Di Pandeglang, saat itu alat transportasi berupa delman atau sado. Kemudian angkutan umum lain belum begitu banyak.

“Saya secara pribadi tentu menyambut baik dengan rencana pemerintah melakukan reaktivasi Kereta Api Rangkasbitung-Labuan. Dan saya berharap bisa direalisasikan di tahun 2025,” katanya.

Ia juga merasa kangen dengan naik kereta dari Pandeglang menuju Rangkasbitung. Harapannya selain nanti dioperasionalkan KRL tapi juga turut dioperasikan Kereta Uap.

“Saya berharap besar kereta uap juga dioperasikan kembali. Karena sudah hampir 42 tahun tidak pernah lagi merasakan naik Kereta Uap,” katanya.

Keberadaan Kereta Uap sangat penting. Khususnya dalam sektor pariwisata.

“Ya semoga saja dapat diaktifkan kembali. Kereta Uap khusus untuk wisatawan,” katanya.

Kehadiran Kereta Uap akan menarik banyak wisatawan berkunjung ke Pandeglang. Serta akan banyak orang juga mengenang masa lalu.

“Saya optimis ketika kereta api dioperasionalkan maka tingkat perekonomian Pandeglang juga akan semakin maju,” katanya.

Kepala Bappeda Kabupaten Pandeglang Sutoto mengatakan, berdasarkan informasi diterima dari Dirjen Perkeretaapian, reaktivasi jalur rel KA Rangkasbitung-Labuan ini dibagi dalam dua segmen.

“Segmen pertama itu dimulai dari Rangkasbitung-Labuan sepanjang 18,7 kilometer. Yang akan dimulai di tahun 2025,” katanya.

Kemudian, segmen kedua reaktivasi dimulai dari Eks Stasiun Pandeglang-Eks Stasiun Labuan sepanjang 37,7 Kilometer.

“Semoga saja alokasi anggaran sudah masuk DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) di Dirjen Perkeretaapian tetap berjalan sesuai sudah ditetapkan (tidak dialihkan untuk anggaran lain),” katanya.

Sutoto menegaskan, ia dari Bappeda dan Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang terus menjalin komunikasi dengan Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perkeretaapian.

“Untuk mengawal percepatan reaktivasi Kereta Api Rangkasbitung-Labuan. Yang sudah lama ditunggu masyarakat Pandeglang,” katanya.

Editor: Bayu Mulyana

Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Kementerian ESDM: 299 Pengecer Sudah Menjadi Subpenyalur Resmi Elpiji 3 Kilogram

Next Post

Ini Tahapan Mendapat TPP Bagi 6.177 Honorer Yang Lulus PPPK di Tangsel

Next Post
Ini Tahapan Mendapat TPP Bagi 6.177 Honorer Yang Lulus PPPK di Tangsel

Ini Tahapan Mendapat TPP Bagi 6.177 Honorer Yang Lulus PPPK di Tangsel

Penipuan Investasi arisan

Tipu Puluhan Korban, Tersangka Arisan Fiktif Rp 2,8 Miliar Ditahan Polda Banten

Kamis, 29 Oktober 2026 09:04
Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Tutup Usia

Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Tutup Usia

Selasa, 27 Oktober 2026 10:07
Tutup Usia, Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Ternyata Mengidap Sakit Ini

Tutup Usia, Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Ternyata Mengidap Sakit Ini

Rabu, 28 Oktober 2026 11:47
Pembangunan Makodim Tangsel

Pangdam Jaya Apresiasi Pemkot Tangsel Dukung Pembangunan Makodim

Rabu, 28 Oktober 2026 14:22
Polresta Tangerang

Polda Banten Tegaskan Kapolresta Tangerang Tidak Ditahan Mabes Polri

Senin, 26 Oktober 2026 15:42
Operasi patuh maung 2026

Hari Pertama Operasi Patuh Maung 2026, Polresta Tangerang Sasar Jalan Dekat Puspemkab Tangerang

Senin, 26 Oktober 2026 17:47
Hari Ketiga Operasi Patuh Maung 2026, Polda Banten Gelar Operasi di Empat Lokasi Ini

Hari Ketiga Operasi Patuh Maung 2026, Polda Banten Gelar Operasi di Empat Lokasi Ini

Rabu, 28 Oktober 2026 11:54

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

1% Sharing KRAKATAU POSCO Ubah Rumah Masyarakat Jadi Layak Huni

1% Sharing KRAKATAU POSCO Ubah Rumah Masyarakat Jadi Layak Huni

by Bayu Mulyana
Kamis, 29 Oktober 2026 18:57
0

CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID –  Kediaman milik Faikoh, warga Kampung Kebanjiran, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan diubah menjadi rumah layak huni melalui program volunteer...

Kinerja Komisi II DPRD Tangsel 2026

Komisi II DPRD Tangsel Gelar 17 Audiensi dan Delapan Kunjungan Pengawasan hingga Oktober 2026

by Syaiful Adha
Kamis, 29 Oktober 2026 18:38
0

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat telah menggelar 17 kali audiensi atau rapat dengar...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.