SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Andra Soni dan Achmad Dimyati Natakusuma telah filantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten periode 2025-2030. Provinsi Banten memasuki babak baru.
Andra-Dimyati dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025.
Mereka dilantik usai berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten 2024.
Mereka meraup suara terbanyak dari masyarakat Banten. Keduanya lantas mengemban amanah yang telah dipercayakan oleh masyarakat Banten untuk membangun Banten selama lima tahun ke depan.
Berbagai harapan pun dititipkan kepada politikus Partai Gerindra dan PKS ini. Seperti disampaikan oleh legislator DPR RI perwakilan Banten, Jazuli Juwaini.
Ia mengatakan, manifestasi dari kepemimpinan Banten adalah bagaimana kepala daerah di setiap level memiliki semangat transformasi dan kolaborasi, memiliki visi pembangunan yang jelas, riil, konkrit, serta terukur.
Sebagai Gubernur Banten, Andra diminta untuk menguatkan sinkronisasi pembangunan antara Pemerintah Pusat dengan daerah. Mengingat, Pemprov merupakan kepanjangan tangan dari Pemerintah Pusat di daerah.
Tentu ini menjadi tantangan yang tidak mudah bagi pasangan ini.
“Para pemimpin Banten sejak pelantikan harus bekerja keras dan bekerja cerdas untuk meningkatkan kualitas pembangunan di seluruh wilayah Banten, dengan menyinkronkan pembangunan di daerah. Bukan tanpa alasan, karena sejak pemekaran Banten menjadi Provinsi sendiri pada tahun 2000 masih sangat banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” kata Jazuli.
Pekerjaan rumah yang perlu dihadapi oleh Andra-Dimyati, di antaranya, pemerataan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, maupun ketenagakerjaan.
Jazuli memandang jika saat ini masih terjadi ketimpangan pembangunan di Banten, hal itu jelas terlihat antara wilayah Utara dengan Selatan.
Ketimpangan pembangunan ini menghambat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Alhasil, tingkat pengangguran dan kemiskinan di Banten, terutama di daerah pedesaan, masih relatif tinggi. Hal ini berkontribusi pada ketimpangan sosial dan ekonomi di Provinsi Banten,” ungkapnya.
Meski demikian, Jazuli berpendapat jika Banten mempunyai potensi ekonomi yang sangat besar dengan diperkuatnya Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah di wilayah Selatan. Potensi itu tentunya perlu dimaksimalkan.
“Sinkronisasi pembangunan antara daerah dengan pusat tentunya akan membantu mengoptimalkan potensi-potensi itu. Sehingga, masalah-masalah yang dihadapi Banten saat ini bisa segera terselesaikan,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











