LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pembangunan Stasiun Rangkasbitung Ultimate di Kabupaten Lebak terus dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Kementerian Perhubungan RI, melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta.
Proses pembangunan ini berdampak pada pembongkaran beberapa bangunan peninggalan Belanda yang berstatus cagar budaya.
Pembongkaran dimulai dengan pencopotan kanopi atau atap peron stasiun.
“Iya, saat ini sedang dalam proses pembongkaran (kanopi). Proses pembongkaran dan pemasangan kanopi baru sesuai target akan selesai pada Maret,” kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Ferdian Suryo Adhi Pramono, saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh wartawan, Kamis, 20 Februari 2025.
Ferdian menjelaskan bahwa pembongkaran atap peron dilakukan untuk perluasan Stasiun Rangkasbitung.
Area yang dibongkar nantinya akan dibangun menjadi bangunan utama di lantai dua, yang berfungsi sebagai akses perpindahan penumpang dari peron ke peron.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tujuh tiang bekas penyangga kanopi akan disisakan sebagai ornamen heritage, meskipun peruntukannya masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut.
Material yang diambil dari kanopi yang dibongkar akan disimpan di gudang Stasiun Parungpanjang.
“Bangunan lama, sesuai desain, sebagian bangunan memang dipertahankan karena tampak depan tetap dipertahankan, seperti yang kita lakukan di berbagai tempat. Di Manggarai juga masih ada yang dipertahankan heritagenya,” jelas Ferdian.
Ferdian juga menegaskan bahwa pembongkaran bangunan cagar budaya Stasiun Rangkasbitung dilakukan sesuai prosedur dan telah melalui tahapan pembahasan sejak 2023.
Terkait pembangunan Stasiun Rangkasbitung Ultimate, dirinya memperkirakan bahwa proyek tersebut akan selesai pada pertengahan tahun 2025.
“Harapannya sebelum masa angkutan Lebaran, kami kejar selesai karena akan berpengaruh terhadap total pekerjaan. Bulan Juni atau Juli, Stasiun Rangkasbitung sudah mulai beroperasi,” terangnya.
Editor: Agus Priwandono











