LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah aktivis pemuda dan mahasiswa di Lebak mengkritisi kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak yang meloloskan pengadaan empat mobil dinas. Apalagi, pengadaan mobil dinas tersebut dilakukan Pemkab Lebak di saat Presiden Prabowo menginstruksikan efisiensi anggaran.
Wahyu, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak menyatakan, pengadaan mobil dinas baru dinilai cukup mengejutkan. Apalagi, saat ini sedang heboh, pemerintah melakukan penghematan besar-besaran untuk program makan bergizi gratis (MBG) dan yang lainnya.
“Saya menerima informasi dari media terkait pengadaan empat mobil dinas. Salah satunya untuk Wakil Bupati Lebak. Saya kira, untuk mobil dinas Wakil Bupati enggak masalah, karena harus ada mobil dinas untuk operasional dan mendukung kinerjanya dalam melayani masyarakat,” kata Wahyu kepada Radar Banten, Jumat 21 Februari 2025.
Tapi, dirinya pun mengingatkan Wakil Bupati Lebak yang baru untuk dapat menggunakan mobil dinas dengan sebaik-baiknya. Gunakan untuk melayani kepentingan masyarakat.
“Jika disalahgunakan, maka akan kita awasi. Jangan sampai digunakan untuk kepentingan pribadi dan keluarganya,” tegasnya.
Wahyu melanjutkan, dirinya heran terkait peruntukan dua mobil dinas baru untuk istri Bupati dan operasional PKK. Mestinya, di tengah keterbatasan anggaran, pengadaan mobil dinas untuk PKK bisa dihemat dan digunakan untuk program lain. Apalagi, saat ini Lebak butuh anggaran besar untuk perbaikan jalan dan jembatan.
“Saya harap, Pemkab lebih bijak dalam menggunakan keuangan daerah. Mestinya bisa dihemat. Misalnya, hanya beli satu unit saja untuk operasional PKK,” ujarnya.
Forum Mahasiswa Peduli Pembangunan (FMPP) Lebak Sahrul juga menyoroti pengadaan mobil dinas yang dilakukan Pemkab Lebak. Dia menilai, pengadaan mobil dinas baru, khususnya untuk operasional PKK dan istri Bupati Lebak tidak dilakukan terlebih dahulu. Apalagi, sekarang ada efisiensi anggaran. Tapi faktanya, pengadaan mobil dinas tetap dilakukan.
“Ini memprihatinkan. Saya melihat, Pemkab tidak bijak, karena anggaran untuk pelayanan dan pembangunan infrastruktur dipotong. Tapi, anggaran mobil dinas tidak tersentuh,” paparnya.
Diketahui, pagu anggaran untuk pembelian empat mobil dinas di Bagian Umum Setda Lebak kurang lebih Rp2,3 miliar. Anggaran tersebut untuk membeli mobil dinas yang digunakan Wakil Bupati Lebak, istri Bupati Lebak, operasional PKK Lebak, dan Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Lebak.
Editor: Bayu Mulyana










