PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Saiful Bahri (37), orangtua salah satu siswa SDN Sukaratu 5 yang menjadi korban kecelakaan di Jalan Raya AMD Lintas Timur, Kabupaten Pandeglang, berharap pelaku segera diproses secara hukum.
Diketahui, kecelakaan tunggal tersebut melibatkan sebuah mobil yang diduga dikemudikan pejabat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pandeglang. Peristiwa itu menyebabkan tujuh siswa menjadi korban, serta satu pedagang dan satu tenaga sales yang berada di lokasi kejadian.
Seluruh korban langsung dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, satu siswa dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Saiful mengaku sedih melihat kondisi para anak yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
“Sedih, kasihan lihat anak luka-luka,” ujarnya saat ditemui di rumah sakit.
Ia menyampaikan bahwa anaknya yang menjadi korban kini telah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya mulai membaik, meski masih harus menjalani perawatan lanjutan.
“Alhamdulillah sekarang sudah ditangani dan sudah baikan, tapi masih harus tetap dirawat,” katanya.
Saiful mengaku baru mengetahui kabar kecelakaan tersebut dari kerabat saat sedang berjualan sayur. Ia kemudian langsung menuju rumah sakit setelah sempat mendatangi sekolah anaknya.
“Pas saya jualan sayur dikasih tahu, langsung saya ke sini. Tadi sempat ke sekolah dulu,” ucapnya.
Ia menjelaskan, anaknya yang menjadi korban merupakan siswa kelas empat sekolah dasar dan anak pertamanya.
“Kelas empat, anak pertama,” ujarnya.
Saiful berharap pihak berwenang dapat menindaklanjuti kasus ini sesuai hukum yang berlaku.
“Harus ditegakkan hukum itu, harus diproses,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda










