SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Provinsi Banten merupakan daerah yang kaya akan potensi alamnya, terutama pada komoditas beras. Bahkan, produksi beras di Banten bisa mengalami surplus atau ketersediaannya melebihi tingkat konsumsi masyarakat hingga turun berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Dinas Pertanian (Distan) Banten mencatat jika produksi beras di Provinsi Banten mencatat produksi beras di Provinsi Banten pada Januari hingga April 2025 nanti sebanyak 522.412 ton.
Jumlah ini jauh mencukupi kebutuhan konsumsi perbulan rata-rata masyarakat Banten yang diperkirakan hanya 4.065 ton perhari atau setara 123.643 ton perbulan.
Usut punya usut, terdapat tiga daerah yang menjadi lumbungnya beras di Provinsi Banten. Ketiga daerah itu yakni Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Serang. Produksi beras di tiga daerah itu bisa mencapai ratusan ribu ton dalam periode bulan Januari hingga April 2025.
Kepala Distan Banten Agus M Tauchid menjelaskan, pada periode itu produksi beras di Kabupaten Pandeglang bisa mencapai 171.508 ton. Lalu disusul Kabupaten Lebak yang mencapai 129.415 ton. “Dan Kabupaten Serang mencapai 116.393 ton,” kata Tauchid, Selasa 4 Maret 2025.
Selain ketiga daerah itu, terdapat juga didaerah Kabupaten Tangerang yang produksi berasnya mencapai 79.406 ton, Kota Serang 22.378 ton, Kota Cilegon 2,689 ton, dan Kota Tangerang 625 ton.
Distan sendiri menargetkan produksi beras di tahun 2025 mencapai 1.114.632 ton. Untuk mencapai target produksi itu, Distan terus melakukan optimalisasi panen dengan menargetkan luas panen di 324.691 hektar (Ha) sawah.
Agus berkomitmen untuk terus melakukan optimalisasi potensi panen ini, guna mendukung ketahanan pangan di Indonesia.
“Alhamdlillah potensi pertanian di Banten sangatlah besar selama periode awal tahun 2025 ini, tentunya hal ini akan dapat berkontribusi seginifikan terhadap ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak












