SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Serang sudah terealisasi 74 persen. Namun rata-rata masih menggunakan KB non metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).
Berdasarkan data dari Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang, jumlah pasangan usia subur (PUS) di Kabupaten Serang sebanyak 353.694 pasangan. Sementara yang sudah menjadi peserta KB aktif ada sebanyak 261.762 pasangan.
Kepala DKBP3A Kabupaten Serang, Encup Suplikah mengatakan, jumlah pasangan usia subur di Kabupaten Serang fluktuatif. “Data ini terus berkembang, artinya setiap saat bisa terus berubah karena yang namanya usia subur kan seiring dengan perkembangan waktu,” kata Encup saat berbincang-bincang dengan Radar Banten di kantornya beberapa hari lalu.
Tahun ini pihaknya menargetkan sebanyak 4.000 peserta KB baru. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya sudah mencanangkan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan KB.
Pada Februari 2025, pihaknya sudah menggelar Gebyar Pasar, yakni pelayaan KB yang dilakukan di pasar tradisional. Program ini merupakan program pelayanan keliling untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. “Kita lakukan di Kecamatan Petir, Bojonegara, Waringinkurung, Cikande, ini untuk KB yang ringan saja,” ujarnya.
Sementara, untuk KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), harus tetap dilakukan di Puskesmas dan Klinik karena lingkungannya harus steril. “Dari pelayanan keliling yang kita lakukan Alhamdulillah banyak masyarakat yang mau jadi peserta KB,” terangnya.
Pihaknya juga sudah melakukan melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang untuk melakukan pelayanan KB di Puskesmas dan Klinik. “Dari target pelayanan KB, kita arahkan 40 persennya ke MKJP, yaitu IUD dan Implan,” ujarnya.
Editor: Abdul Rozak











