SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Halal Bi Halal menjadi salah satu kegiatan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Muslim usai Idul Fitri.
Salah satunya yang dilakukan oleh Keluarga Besar Haji Saman, sebuah komunitas keluarga di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, mereka rutin melakukan Halal Bi Halal usai Idul Fitri setiap tahunnya.
Pertemuan rutin keluarga ini dilakukan hingga melibatkan empat generasi almarhum Haji Saman, salah satu tokoh asal Kecamatan Cinangka. Kini, keturunannya sudah lebih dari 100 keluarga.
Pada Sabtu 4 April 2025, keluarga besar ini melakukan Halal Bi Halal di Pantai Gading, Kampung Lebaksawo, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka. Ada ratusan anggota keluarga yang menghadiri acara ini yang berasal dari empat generasi.
Ketua Panitia Halal Bi Halal, Basar Kurniawan mengatakan, halal bi halal ini merupakan kegiatan tahunan keluarga besar Haji Saman yang sudah berjalan belasan tahun. “Biasanya kita kumpul di rumah saudara setiap tahunnya digilir, tapi tahun ini kita lakukan dengan konsep outdoor,” katanya.
Basar mengatakan, keluarga besar ini saat ini sudah tersebar di beberapa daerah. Mulai dari daerah Serang, Tangerang, Rangkasbitung, Lampung, Bandung, Cirebon, hingga daerah lainnya. “Alhamdulillah setiap tahun setelah lebaran kita selalu kumpul,” ujarnya.
Saat ini, kata Basar, keturunan Haji Saman sudah sampai empat generasi. Ia berharap Halal Bi Halal ini terus berlanjut setiap tahunnya supaya dapat terus merawat kekeluargaan. “Tahun depan Insya Allah kita kumpul di Rangkasbitung,” ujarnya.
Salah satu Cucu Haji Saman, Sam’ani mengatakan, dalam kegiatan Halal Bi Halal ini, masing-masing anggota keluarga kumpul menyatukan persaudaraan. “Di sini juga kita mengingat kenangan masa lalu, dulu orangtua kami mengajak silaturahmi ke satu rumah ke rumah lain, silaturahmi ini harus kita teruskan,” katanya.
Oleh karena itu, Sam’ani berpesan kepada seluruh anggota keluarga untuk terus meningkatkan persaudaraan satu sama lain. “Silaturahmi ini warisan dari orangtua kita yang harus terus dijaga dan jangan kita tinggalkan,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











