• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Featured

Saat Sains Menjelaskan Kenapa Kita Suka Film Horor Walau Tahu Itu Menakutkan

Krisna Widi by Krisna Widi
Sabtu, 5 April 2025 19:15
in Featured, Hobi, Humaniora
0
Saat Sains Menjelaskan Kenapa Kita Suka Film Horor Walau Tahu Itu Menakutkan
0
SHARES
225
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

RADARBANTEN.CO.ID,- Tingginya jumlah penonton film bergenre horor di Indonesia menyisakan pertanyaan yang lebih kurang seperti ini, “kenapa orang suka nonton film horor walau tahu itu menakutkan?” Apakah orang Indonesia bukan tipe penakut, dan banyak pertanyaan lainnya.

Sebuah jurnal dari Harvard Business Review yang berjudul The Psychology Behind Why We Love (or Hate) Horror, ditulis oleh  Haiyang Yang dan  Kuangjie Zhang menyimpulkan bahwa salah satu alasan kita mengkonsumi film horor adalah untuk merasakan rangsangan. Paparan terhadap tindakan yang menakutkan atau bahjkan antisipasi terhadap tindakan tersebut, dapat menstimulasi kita, baik secara mental maupun fisik, dengan cara yang berlawanan : secara negatif (dalam bentuk ketakutan atau kecemasan) atau secara positif (dalam bentuk kegembiraan menonton video horor secara bersama).

Kedua jenis rangsangan tersebut, dengan kenikmatan terbesar dialami pada saat yang paling menakutkan. Biokimia di dalam tubuh kita juga berubah saat kita mengkonsumsi film horor. Ketakutan dapat memicu pelepasan adrenalin, yang mengakibatkan sensasi yang meningkat dan energi yang melonjak.

Dalam jurnal tersebut juga dijelaskan bahwa dalam menonton film horor kita harus memiliki ‘kerangka pelindung’ psikologis. Tiga hal yang menjelaskan kerangka pelindung psikologis adalah : Pertama adalah bingkai keamanan. Menonton film atau acara horor berarti kita harus tahu pasti bahwa kita aman, dan bahwa entitas jahat itu jauh dan tidak dapat menyakiti kita. 

Kategori kedua dari bingkai perlindungan melibatkan rasa keterpisahan. Kita perlu diingatkan bahwa horor yang kita lihat tidaklah nyata—itu hanyalah akting, efek khusus, dan arahan seni yang hebat. Terakhir, bingkai perlindungan melibatkan rasa kendali dan keyakinan kita dalam mengelola bahaya yang kita hadapi. Kita masih bisa mendapatkan sensasi dari ketakutan yang hebat jika kita merasa yakin dalam mengendalikan dan mengatasi bahaya yang dirasakan.

Jurnal tersebut juga menyebutkan secara teoritis orang seperti apa yang menyukai film horor. Antara lain adalah orang dengan karakter bersidat pencari sensasi, lalu berdasarkan survei terkuak bahwa individu yang lebih muda cenderung lebih tertarik pada genre yang menakutkan ini. Pria, juga lebih cenderung menjadi penggemar horor dari wanita.

Penelitian mereka juga menganalisa data penjualan tiket film dari 82 negara. Mereka menemukan bahwa preferensi untuk mengonsumsi film horor mungkin berbeda di berbagai tahap perkembangan ekonomi. Mereka menemukan bahwa individu dari negara-negara dengan PDB per kapita yang lebih tinggi mengsomsi film horor dalam jumlah yang lebih besar. 

Editor: Bayu Mulyana

Tags: filmHororPsikologisains
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Cuan! Selama Libur Idul Fitri, Okupansi Hotel di Anyar-Cinangka Capai 80 Persen

Next Post

Pulau Merak Kecil Diserbu Pengunjung, Jadi Wisata Favorit Alternatif Pantai Anyer

Next Post
Pulau Merak Kecil Diserbu Pengunjung, Jadi Wisata Favorit Alternatif Pantai Anyer

Pulau Merak Kecil Diserbu Pengunjung, Jadi Wisata Favorit Alternatif Pantai Anyer

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pemulasan Golok Ciomas, Tradisi Turun Temurun yang Berlangsung Selama 7 Generasi

by Ahmad Rizal Ramdhani
Selasa, 25 Agustus 2026 17:48
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Tradisi pemulasan golok Ciomas merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan setiap memasuki tanggal 12 Robiul Awal atau bulan...

Operator Mekanik PT Platinum City Star Didakwa Melakukan Penggelapan Komponen Mesin

by Fahmi
Selasa, 25 Agustus 2026 17:45
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warsilo pria yang bekerja sebagai operator mekanik PT Platinum City Star (PCS) didakwa melakukan penggelapan sparepart tempatnya...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.