RADARBANTEN.CO.ID – Nama Panji Tengkorak punya tempat khusus di hati para penggemar komik Indonesia. Diciptakan oleh Hans Jaladara di era 1960-an, komik ini menghadirkan kisah pendekar misterius dengan wajah bertopeng tengkorak yang sarat drama, aksi, dan nuansa mistis. Kepopulerannya saat itu membuat Panji Tengkorak menjadi salah satu ikon pop culture Tanah Air.
Kesuksesan komik ini tak berhenti di lembaran cetak. Pada tahun 1971, Panji Tengkorak diangkat ke layar lebar dalam bentuk film laga dengan judul yang sama. Dibintangi oleh aktor legendaris Deddy Sutomo, versi film ini sukses menarik perhatian publik dan menambah panjang daftar adaptasi karya lokal yang berhasil di masanya.
Lima dekade berselang, sosok Panji Tengkorak kembali bangkit—kali ini dalam format yang berbeda: film animasi. Disutradarai oleh Daryl Wilson dan diproduksi oleh Falcon Pictures, adaptasi terbaru ini mencoba menghadirkan kembali esensi cerita klasiknya, namun dengan sentuhan visual modern yang bisa dinikmati generasi baru.
Cerita yang Tetap Setia pada Akar Aslinya
Meski dikemas dengan teknologi animasi, inti kisahnya tetap setia pada tema perjuangan dan penebusan. Film ini mengikuti Panji, seorang pendekar yang diliputi rasa bersalah dan ilmu hitam yang menguasai jiwanya. Dalam perjalanan mencari akhir dari penderitaannya, ia mendapat misi untuk merebut kembali pusaka sakti yang diyakini bisa memutus kutukan tersebut—sebuah perjalanan yang menyeretnya ke dalam konflik besar antar kerajaan.
Pengisi Suara dari Kalangan Bintang
Untuk menghidupkan kembali karakter-karakter legendaris ini, Falcon Pictures menggandeng deretan nama besar seperti Denny Sumargo, Cok Simbara, Aghniny Haque, Tanta Ginting, Donny Damara, Donny Alamsyah, hingga Revaldo. Kehadiran para aktor ini diharapkan memberi kedalaman karakter sekaligus daya tarik bagi penonton lintas generasi.
Menuju Rilis di Layar Lebar
Menjelang penayangan pada 28 Agustus 2025, Falcon Pictures telah merilis poster dan trailer resmi yang langsung mengundang nostalgia di kalangan penggemar lama, sekaligus rasa penasaran bagi penonton baru yang belum mengenal Panji Tengkorak.
Dengan jejak sejarah yang panjang, dari komik hit era 60-an, film laga 70-an, hingga animasi layar lebar di 2025, Panji Tengkorak menjadi bukti bahwa cerita legendaris tak pernah benar-benar hilang—ia hanya menunggu cara baru untuk diceritakan kembali.
Reporter: Krisna Widi Aria
Editor: Aditya











