SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kunjungan wisatawan pada momentum libur lebaran 2025 di Provinsi Banten diprediksi meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Para wisatawan selama satu minggu terakhir ini membeludak di berbagai destinasi wisata di Banten, khususnya wisata pantai.
Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Banten, Linda Rohyati mengatakan, dalam sehari terdapat ribuan wisatawan yang berkunjung di Banten. Mereka banyak berasal dari luar daerah seperti Jakarta dan Jawa Barat.
“Berdasarkan pantauan di lapangan terjadi kepadatan kendaraan dan wisatawan lokal dan luar daerah. Dan dalam sehari rata-rata ada 1.500 sampai 3.000 wisatawan,” kata Linda, Senin, 7 April 2025.
Linda menerangkan, pihaknya sendiri pada momentum libur Lebaran ini mengampu Program Siaga Wisata dengan menggandeng Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan wisatawan di destinasi wisata.
Siaga Wisata yang masuk dalam program Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Banten ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan wisatawan dengan menyediakan layanan darurat dan bantuan dalam situasi darurat.
“Siaga Wisata menyediakan layanan darurat seperti pertolongan pertama, evakuasi, dan komunikasi dalam situasi darurat,” ucapnya.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Puti Andam Dewi, mengatakan, dalam Siaga Wisata ini pihaknya melakukan pengawasan dan pengamanan di destinasi wisata untuk memastikan keselamatan wisatawan.
“Kita ingin bagaimana memberikan kesan wisata aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Banten. Sehingga mereka tidak hanya berkunjung pada saat momentum lebaran ini saja, tapi bisa juga di momentum lainnya,” ungkapnya.
Dalam siaga wisata ini, pihaknya juga menyediakan informasi tentang destinasi wisata, cuaca dan situasi darurat kepada wisatawan.
“Kita juga melakukan pelatihan dan sosialisasi kepad amasyarakat dan stakeholder tentang keselamatan wisata dan pelayanan wisata,” tuturnya.
“Alhamdulillah hingga saat ini siaga wisata ini berhasil terkoordinir dengan baik,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











