PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pesisir pantai Pulau Popole di Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, masih tercemar oleh limbah batu bara. Pantai di Pulau Popole menjadi kotor dan hitam.
Batu bara yang mengotori pesisir pantai Pulau Popole berasal dari kapal tongkang TB Titan 27/BG Titan 14 yang kandas pada 2 Desember 2024 lalu.
Kapal tongkang TB Titan 27/BG Titan 14 milik PT Trans Logistik Prakasa (PT TLP) memuat 7.000 metrik ton batu bara kandas dan muatannya tumpah di perairan Pulau Popole karena gelombang tinggi saat akan menuju PLTU Banten 2 Labuan.
Salah satu warga Labuan, Dedi, kaget melihat kondisi pantai Pulau Popole dipenuhi limbah batu bara.
“Tadinya kita niatnya mau berlibur ke pantai Pulau Popole, cuma pas kita mau bersandar, enggak jadi turun karena Pulau Popole sekarang ini kotor,” katanya usai mengunjungi Pulau Popole.
Dedi menjelaskan, kondisi pantai Pulau Popole sekarang ini banyak tercemar limbah batu bara. Batu bara dari tumpahan kapal tongkang yang akhir tahun lalu kandas, belum diangkut.
“Dibiarkan menggunung memenuhi tepi pantai Pulau Popole. Sehingga membuat pantai menjadi kotor,” katanya.
Dedi berharap, batu bara segera dibersihkan. Biar wisatanya dikenal dan warga dekat tidak harus jauh-jauh.
“Kita sebagai warga inginnya segera dibersihkan lah. Biar pulau di sekitar kita ini bisa didatangi atau layak dijadikan destinasi wisata,” katanya.
Dedi mengungkapkan, kalau kondisi tahun-tahun sebelumnya orang ramai mengunjungi Pulau Popole. Apalagi sebelum bulan puasa dan setelah Lebaran itu ibu-ibunya ramai berwisata ke Pulau Popole.
“Saat dulu itu Pulau Popole masih bersih. Tapi sekarang airnya sudah kotor hitam jadi enggak layak untuk berenang,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











