LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Lebak memastikan stok beras selama musim kemarau cukup tersedia. Bahkan, mencukupi hingga akhir tahun 2026.
Ketersedian beras Cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) di daerah yang di pimpin Bupati Hasbi Jayabaya ini mencapai 117 ton yang tersimpan di gudang Bulog.
“Insya allah stok beras cukup tersedia termasuk untuk desa masuk kategori daerah rawan pangan, yaitu Desa Umbul Jaya, Kecamatan Banajarsari. Stok beras cadangan yabg tersedia samoai saat ini ada 117 ton yang disimpan di Bulog,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak Imam Rismayadin, Senin 8 Juni 2026.
Berdasarkan data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) tahun 2026 ini, kata Imam terdapat satu desa yaitu Desa Umbul Jaya, Kecamatan Banjarsari masuk kategori rawan pangan di Lebak. Hal ini, berdasarkan data hasil FSVA( food Security Vurnability Atlas) atau peta kerawanan pangan kabupaten Lebak tahun 2025.
“Untuk tahun ini jumlah desa rawan pangan di Lebak berkurang signifikan. Hanya satu desa saja masuk sesa rawan pangan,” kata mantan Kepala Disbudpar Lebak ini.
Ia mengatakan, pihaknya juga terus mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi panganan lokal yang non-beras.
Menurutnya, bahwa saat ini laju pertumbuhan penduduk tidak berbanding lurus dengan jumlah peningkatan produksi, salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam memenuhi kebutuhan beras adalah mengganti pemenuhan karbohidrat dengan pangan lokal yang tidak kalah gizinya dengan beras.
“Kita mengonsumsi beras untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat dan ini bisa diganti dengan tanaman pangan lokal lainnya seperti jagung, ubi kayu dan ubi jalar dan Kabupaten Lebak sangat berpotensi dengan tanaman pangan lokal itu,” ujarnya.
Selain itu, kata dia upaya yang dilakukan adalah membentuk kawasan rumah pangan lestari dengan memanfaatkan pekarangan rumah dengan cara menanam dengan berbagai jenis tanaman pangan lokal.
Kata dia, sektor pangan harus diperhatikan sejak tahapan paling awal saat masih dalam pertanian (produsen) kemudian berlanjut ke pasar (distributor) hingga sampai ke konsumen.
Terpisah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat membenarkan terdapat beras cadangan Pemkab Lebak. Sehingga cukup sampai akhir tahun ini.
“Insa allah tingkat ketahanan pangan kita dalam hal ini beras cukup aman dalam menghdapai musim kemarau,” katanya.
Rahmat menegaskan stok persediaan beras relatif terjaga dengan baik. Sebab panen padi yang dihasilkan petani di Lebak sepanjang Januari- Maret 2026 menghasilkan 92.860 ton beras.
“Kebutuh beras per bulan di Kabupaten Lebak mencapai 12.854 ton. Sementara beras yang dihasilkan petani dari Januari – Maret mencapai 92.860 ton,” ujarnya.
Editor: Abdul Rozak











