SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah peristiwa terjadi di Provinsi Banten pada momentum libur lebaran 2025 kemarin, mulai dari viralnya aksi pungutan liar (pungli) di destinasi wisata, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5.1 hingga penemuan mayat.
Pungli terjadi di Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang. Yang mana, seorang pemuda berinial DR (30) melalukan pungli dengan memasang harga kepada wisatawan yang menggunakan jembatan kayu miliknya seharga Rp5 ribu per orang. Atas aksinya, DR pun kini sudah diamankan oleh pihak kepolisian.
Lalu gempa bumi magnitudo 5.1 di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak pada Minggu (6/4) sekira pukul 13:55:12 WIB. Gempa bumi ini berpusat di 108 Kilometer (Km) Barat Daya Kecamatan Bayah dengan kedalaman 10 Kilometer.
Berdasarkan laporan, gempa bumi ini terasa begitu besar di wilayah Lebak bagian selatan dan bahkan terasa hingga Kabupaten Tangerang. Kendati demikian, hingga ini belum dilaporkan adanya dampak kerusakan dari peristiwa gempa bumi tersebut.
Selain itu, terdapat seorang pemuda asal Kabupaten Bogor dilaporkan hanyut dan hilang di pantai Goa Langir, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak pada Kamis (3/4). Pemuda itu bernama Rama (20), hingga kini dirinya belum dapat ditemukan.
Lalu pada besok harinya ditemukan seorang mayat berjenis laki-laki tanpa identitas di pantai Pulo Manuk Kabupaten Lebak, pada Jum’at (4/4). Ketua Balawista Banten Ade Ervin menyebut jika mayat tersebut bukan Rama(20) melainkan sosok lain.
“Bukan, karena mayat tersebut tidak sesuai dengan ciri-ciri Rama. Kemungkinan itu sudah lama, dan baru timbul kemarin, ” katanya.
Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Tim Search and Resque (SAR) untuk terus melakukan pencarian terhadap korban di sekitaran kawasan pantai yang terkenal memiliki ombak kencang itu.
Sementara, Nina, Warga Bayah yang rumahnya dekat pantai menceritakan saat kejadian gempa bumi. Ia merasakan getaran gempa yang begitu kuat “Getaran memang kuat, tapi syukur alhamdulillah semuanya dalam kondisi baik-baik saja,” kata Nina dihubungi Radarbanten.co.id melalui telepon, Minggu 6 April 2025.
Ia menambahkan bahwa saat ini semuanya sudah membaik warga juga beraktivitas seperti biasanya. “Situasinya sudah kondusif, alhamdulillah sudah normal tidak ada kerusakan apapun,” tuturnya.
Hal serupa diungkapkan, Sulaiman warga Wanasalam, gempa berkekuatan magnitudo 5,1 tersebut. Menurutnya getaran gempa terasa beberapa detik.
“Saya lagi tiduran di rumah, tiba getarannya cukup kuat, sampe jendela juga bergetar,” kata Sulaiman.
Ia bersyukur dalam kejadian tersebut tidak ada kerusakan di rumahnya. Semua keluarganya dalam keadaan selamat. “Semua keluarga alhamdulillah baik-baik saja, situasi sudah normal dan kondusif,” pungkasnya
Dalam kejadian ini, BMKG memastikan tidak gempa 5,1 tidak berpotensi tsunami. Hingga saat ini berdasarkan data dihimpun Radar Banten, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.
Gempa ini menjadi pengingat bahwa wilayah selatan Banten memang termasuk kawasan rawan gempa. Oleh karena itu, edukasi dan kesiapsiagaan bencana menjadi hal penting untuk terus ditingkatkan guna meminimalkan risiko di masa depan.
Editor: Bayu Mulyana











