CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Tiga sosok muda penuh semangat resmi masuk bursa pemilihan Ketua Umum Gen Cilegon periode 2025–2030. Mereka adalah Fathu Rizki, Kalipha Umara Aruma, dan Rizki Ramdani. Nama-nama ini bukan orang baru dalam dunia kepemudaan di Kota Cilegon. Ketiganya aktif di banyak kegiatan sosial, organisasi, sampai dunia seni.
Salah satu kandidat, Rizki Ramdani—yang akrab disapa Bolang—adalah seniman muda yang sedang bersiap mewakili Gen Cilegon ke Thailand bersama tim Duta Seni Krakatau Steel. Meski mengaku tidak banyak membuat program selama masa seleksi, kontribusinya tetap terasa lewat karya seni yang membawa nama Cilegon ke kancah internasional.
Sementara itu, Kalipha Umara Aruma dikenal sebagai aktivis muda yang vokal menyuarakan isu-isu sosial. Saat ini, ia tengah mempersiapkan diskusi generasi muda bersama Wali Kota Cilegon, Robinsar. Lewat program itu, ia ingin memperkuat peran Gen Cilegon sebagai ruang untuk menyalurkan ide dan aspirasi anak muda.
Kandidat lainnya, Fathu Rizki—atau lebih akrab disapa Tompel—punya gaya komunikatif dan semangat pergerakan yang tinggi. Ia sedang merancang berbagai kegiatan kolaboratif agar dinamika anak muda Cilegon kembali hidup. Tompel juga aktif mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial dan organisasi.
Ketua Panitia Seleksi Ketua Gen Cilegon, Ibnu Badru Hasan, menyebutkan bahwa semua kandidat sudah resmi mendaftar dan menyerahkan konsep program masing-masing untuk dijalankan selama masa seleksi.
“Ada tiga calon yang mendaftar dan semuanya punya konsep masing-masing untuk dilaksanakan selama periode April hingga Juli 2025,” jelas Badru, Jumat (11/4).
Uniknya, program-program yang mereka ajukan bukan cuma jadi proposal, tapi juga akan diwujudkan langsung dalam bentuk kegiatan nyata. Semua tahapan, mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan, bakal dinilai oleh Dewan Pendiri Gen Cilegon bersama praktisi dan akademisi dari berbagai bidang.
“Dari mulai perencanaan, pembuatan konsep, kepanitiaan, administrasi, publikasi, hingga tahap pelaksanaan akan dinilai,” tambah Badru.
Editor : Merwanda

