PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Relawan Cisaka asal Bandung, Jawa Barat memberikan donasi bantuan sosial berupa pembangunan sebuah jembatan penghubung antar kampung di Desa Manglid, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang.
Bantuan jembatan dipersembahkan oleh Relawan Cisaka karena prihatin melihat anak-anak sekolah tingkat sekolah dasar dan PAUD harus bertaruh nyawa melewati aliran Sungai Cibuluh untuk bisa sampai ke sekolah karena tidak adanya akses jembatan.
Akses jembatan tidak ada karena memang pemerintahan desa setempat tidak memiliki biaya cukup untuk membangun jembatan permanen senilai ratusan juta rupiah. Warga hanya membentangkan tali baja sebagai pegangan saat akan menyeberangi aliran Sungai Cibuluh.
Namun ketika musim hujan maka anak-anak yang akan pergi ke sekolah harus digendong oleh orangtuanya karena aliran sungai meluap dengan arus sangat deras. Bahkan pada tahun 2016 lalu menelan korban jiwa karena terbawa arus sungai.
Padahal pemerintah desa setempat beberapa kali mengajukan kepada pemerintah agar dapat dibangunkan sebuah jembatan menghubungkan antar kampung di Desa Manglid. Kurang lebih ada tiga kampung yang terisolir karena tidak adanya akes jembatan.
Yaitu Kampung Cihaur, Kampung Rancawalang, Kampung Cibanteng, Desa Manglid. Namun memasuki bulan April 2025 ini apa yang menjadi impian warga dapat segera terwujud karena adanya Relawan Cisaka yang menjadi donatur untuk pembangunan sebuah jembatan permanen melewati Sungai Cibuluh.
Camat Cibitung Muhaemin mengucapkan, terima kasih kepada Relawan Cisaka.
“Sudah mendonasikan bantuan bangun jembatan untuk membuka akses warga. Dan masyarakat mendonasikan tenaga untuk membangun jembatan,” katanya.
Lebih lanjut Muhaemin menerangkan, pada saat ini proses pembangunan jembatan sudah mulai berjalan. Sudah mulai menggali untuk pondasinya.
“Serta sudah mulai merakit besi untuk pondasi jembatan. Namun di hari ini mengalami kendala karena air sungai tengah meluap setelah hujan deras,” katanya.
Muhaemin melihat, warga sangat berantusias menyambut pembangunan jembatan. Mereka terlihat semangat bergotong-royong membantu pengerjaan konstruksi jembatan.
“Rencananya untuk konstruksi jembatan akan dibangun sepanjang 12 meter dan lebar 2 meter,” katanya.
Jembatan yang dibangun khusus untuk dilalui pejalan kaki dan sepeda motor. Jadi kontruksi jembatan permanen.
“Yang mana jembatan ini menghubungkan antar kampung di Desa Manglid. Kurang lebih ada delapan kampung,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











