PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Ikatan Keluarga Alumni Universitas Lampung (Ika Unila) Banten menggelar acara halalbihalal dengan tema ‘Bareng Urang Bisa, Babarengan Bisa Jawara’, Sabtu 3 Mei 2025. Acara ini berlangsung di Balai Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten.
Ketua Ika Unila Banten, Agus M Tauchid, mengatakan kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tapi juga mempererat hubungan emosional antara Banten dan Lampung.
“Hubungan historis antara Lampung dan Banten sudah terjalin sejak lama, termasuk di bidang pendidikan. Ini terlihat dari banyaknya alumni Unila yang kini menetap dan berkiprah di Banten,” ungkapnya, Sabtu 3 Mei 2025.
Dikatakannya, sebanyak 136 ribu orang telah menjadi alumnus kampus tersebut. Menariknya, sekitar 3 persen atau sekitar 4.000 hingga 6.000 di antaranya berada di Provinsi Banten.
“Berdasarkan catatan himpunan mahasiswa Unila, saat ini ada sekitar 400 mahasiswa aktif yang berasal dari Banten,” ujarnya.
Ia menambahkan, para alumnus Unila telah banyak memberikan kontribusi besar dalam pembangunan di Provinsi Banten, baik di sektor pemerintahan maupun swasta.
“Berangkat dari hal itu, saya sebagai Ketua IKA Unila Banten ingin membangun kembali rasa kebersamaan. Rasa kekeluargaan harus terus kita jaga agar lembaga ini bisa semakin besar,” jelasnya.
Hal ini juga sejalan dengan tema kegiatan kali ini, yaitu ‘Bareng Urang Bisa, Babarengan Bisa Jawara’ yang bermakna saling menguatkan sesama alumni untuk tumbuh bersama.
“Seperti yang disampaikan oleh Pak Wagub, pada akhirnya yang kami bangun adalah empati antaralumni IKA Unila Banten,” ucapnya.
Sementara, Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, menyampaikan apresiasinya kepada Ketua IKA Unila Provinsi Banten yang menjadi tuan rumah kegiatan alumni, sekaligus merupakan putra daerah asal Pandeglang.
“Kita apresiasi karena beliau dari Pandeglang dan mampu menjadi penggerak alumni di Banten,” kata Dimyati saat menghadiri acara IKA Unila.
Ia menekankan pentingnya berbagi ilmu dan rezeki demi kepentingan bersama, termasuk untuk kemajuan Banten.
“Yang paling penting, kalau kita punya ilmu dan rezeki ya dibagi, termasuk untuk kepentingan bersama dan kemajuan Banten juga,” ujarnya.
Dimyati meyakini, jika para alumni kompak dan bersatu, mereka bisa menjadi kekuatan besar yang mendukung program pemerintah daerah.
“Kalau mereka kompak, itu sangat bisa membantu pemerintah provinsi. Kesuksesan Banten itu kalau masyarakatnya aman, damai, dan nyaman,” tegasnya.
Ia mengungkapkan pentingnya peningkatan jumlah lulusan sarjana di Banten. Saat ini, menurutnya, baru sekitar 20 persen masyarakat Banten yang mengenyam pendidikan sarjana.
“Rata-rata alumni ini kan sarjana dan punya keahlian masing-masing. Harusnya ke depan kita tingkatkan jumlah sarjana, minimal 50 persen,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi












