SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bethsaida Hospital Serang mengukuhkan diri sebagai rumah sakit pintar atau smart hospital dengan tagline Hospital with Heart. Konsep ini diusung untuk memberikan pelayanan modern, digital, dan humanis kepada warga Banten.
Hal itu diungkapkan oleh CEO Bethsaida Healthcare, Prof. dr. Hananiel P. Wijaya, pada acara Grand Opening Bethsaida Hospital Serang di Jalan Lingkar Selatan, Kabupaten Serang, Senin, 5 Mei 2025.
Grand opening yang mengusung tema “The Future is Now” mencerminkan komitmen Bethsaida dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami membawa teknologi terkini yang belum banyak diberikan oleh hospital lain kepada masyarakat di Serang dan Cilegon. Kami tidak hanya berbicara soal fasilitas atau teknologi, tetapi bagaimana semua itu bekerja secara terpadu untuk memberikan perawatan yang terbaik, penuh empati, dan berpusat pada pasien,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran Bethsaida Serang ini bukan hanya soal pelayanan medis saja. Namun, pihaknya juga ingin Bethsaida Hospital Serang memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, dengan membuka lapangan kerja bagi tenaga kesehatan dan non-kesehatan, serta mendorong sektor-sektor penunjang lainnya.
“Dengan begitu keberadaan Bethsaida diharapkan mampu memperkuat ekosistem kesehatan lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Direktur Bethsaida Hospital Serang, dr. Tirtamulya Juandy menuturkan, Bethsaida Serang hadir dengan teknologi terkini yang bertaraf internasional. Bahkan, Bethsaida Hospital Serang pada Maret 2025 mendapatkan berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Smart Hospital of The Year in Indonesia.
Hal ini tentu memperkuat pengakuan atas keberhasilan transformasi digital yang diterapkan hospital ini.
Teknologi tidak hanya mempercepat proses layanan, tetapi juga meningkatkan keselamatan pasien dan akurasi klinis secara signifikan.
“Transformasi digital menjadi fondasi utama penyempurnaan layanan di Bethsaida Hospital Serang. Seluruh sistem kerja telah terintegrasi dengan teknologi terkini, mulai dari dokumentasi klinis berbasis standar internasional, integrasi MIMS (Monthly Index of Medical Specialties) untuk keamanan obat, hingga pemantauan ambulans secara real time,” jelasnya.
Selain itu, penerapan teknologi speech-to-text juga digunakan unutk mempercepat pencatatan kondisi pasien, dan didukung dengan sistem monitoring vital signs dan infus terhubung langsung ke sistem pusat.
“Pemantauan pasien di ruang ICU pun kini dapat diakses dari berbagai area hospital melalui perangkat mobile, menjadikan kontrol layanan jauh lebih responsif,” ungkapnya.
Pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang paripurna mulai dari peralatan hingga sumber daya manusia (SDM) yang profesional kepada para pasien. Sehingga dengan begitu, setiap pasien dapat terlayani dengan nyaman.
“Nah, kita ingin pasien yang datang ke rumah sakit pusing, jangan tambah pusing. Maka, dengan segala atribut oleh kali kita buat suatu sistem yang akan memudahkan segala proses di dalamnya dan menyenangkan,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











