PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mengaku kekurangan armada pemadam kebakaran. Saat ini, Damkar Pandeglang hanya memiliki tiga unit kendaraan untuk melayani seluruh wilayah di Kabupaten Pandeglang.
“Kondisinya kita hanya memiliki 3 unit. Kalau dibilang kurang, memang dari dulu kami sudah kekurangan armada,” kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBDPK Pandeglang, Endan Permana, Senin 26 Mei 2025.
Menurut Endan, jumlah ideal armada yang dibutuhkan untuk menjangkau seluruh wilayah Pandeglang adalah tujuh unit. Hal ini penting mengingat luasnya wilayah dan potensi kejadian kebakaran yang bisa terjadi kapan saja.
“Harapannya ke depan kita bisa punya 7 unit kendaraan pemadam kebakaran agar pelayanan lebih optimal,” ucapnya.
Ia juga mengaku butuh tambahan posko di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau seperti Cibaliung, Munjul, dan Sumur.
“Ya, kita butuh dua posko lagi supaya bisa menjangkau wilayah yang jauh. Minimal dua posko tambahan lah,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan posko tambahan sangat penting untuk mempercepat respons petugas saat terjadi kebakaran, terutama di daerah yang aksesnya sulit dan jauh dari pusat kota.
Tak hanya soal lokasi, BPBDPK Pandeglang juga kekurangan peralatan dasar seperti selang dan nozel. Panjang selang yang terbatas sering menyulitkan petugas saat mobil pemadam tak bisa masuk ke lokasi kebakaran.
“Nozel juga perlu diganti, sudah banyak yang aus. Selang juga butuh yang lebih panjang biar bisa menjangkau titik api di gang sempit atau medan sulit,” tandasnya.
Editor: Abdul Rozak











