CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon meminta PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) untuk segera menindaklanjuti kompensasi bagi masyarakat terdampak aktivitas flaring serta menyusun manajemen risiko secara transparan.
Hal itu disampaikan dalam pertemuan antara unsur pimpinan DPRD Cilegon dan perwakilan manajemen LCI di Gedung DPRD Cilegon, Senin 26 Mei 2025.
Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ihcwan menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan DPRD ke PT Lotte beberapa waktu lalu, menyikapi kekhawatiran masyarakat atas aktivitas flaring yang menimbulkan getaran (vibrasi), kebisingan (noising), dan potensi polusi.
“Memang sudah dijelaskan secara komprehensif oleh pihak Lotte bahwa kondisi flaring masih dalam ambang batas aman dan merupakan proses normal dalam industri mereka. Namun kami tetap menekankan perlunya tindak lanjut berupa manajemen risiko yang konkret,” kata Rizki kepada Radar Banten usai pertemuan tersebut.
Menurut Rizki, LCI sebelumnya telah melakukan sosialisasi bekerja sama dengan RT/RW di tiga kelurahan yang terdampak. Namun, pihak DPRD menilai sosialisasi itu masih kurang luas.
“Kami menyarankan agar informasi ini diperluas agar masyarakat mengetahui dan memahami risiko maupun langkah mitigasi yang disiapkan,” tegasnya.
Rizki juga mengungkap adanya laporan dari masyarakat, terutama kelompok nelayan seperti nelayan cumi dan teri, yang merasa terganggu akibat cahaya terang dari flaring.
Aktivitas tersebut disebut mengganggu ekosistem laut dan mengakibatkan berkurangnya tangkapan nelayan.
“Oleh karena itu, kami mendorong agar Lotte memberikan kompensasi kepada komunitas terdampak selama flaring berlangsung,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, DPRD juga menegaskan pentingnya keterbukaan informasi terkait manajemen risiko yang disiapkan oleh LCI kepada publik. Menurut Rizki, hal ini merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
“Kalaupun kita semua berharap tidak terjadi apa-apa, tapi Lotte harus menyiapkan langkah antisipasi seperti posko kesehatan, ketersediaan ambulans, dan sarana penunjang lainnya. Ini harus dicek secara berkala dan disampaikan ke masyarakat,” ucapnya.
Terkait keluhan warga mengenai retakan pada rumah akibat aktivitas industri, Rizki menyebut bahwa pihak Lotte telah menindaklanjutinya.
“Katanya sudah disurvei dan nanti akan ada bantuan renovasi bagi rumah-rumah yang terdampak. Itu disampaikan oleh General Affair mereka, Pak Halimi,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











