CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Hingga akhir Mei 2025, proses lelang pengadaan barang dan jasa di Pemkot Cilegon masih didominasi oleh jasa konsultan.
Dari beberapa paket yang telah dilelang, hanya tiga yang merupakan pekerjaan fisik, sementara sisanya berupa jasa konsultan.
Kepala Bagian Barang dan Jasa Setda Kota Cilegon, Samwangge, menyebutkan bahwa total nilai paket pengadaan yang sudah berjalan terdiri atas pembangunan gedung perpustakaan sebesar Rp9,8 miliar, pengadaan PDAM sebesar Rp1,4 miliar, serta pekerjaan fisik pematangan lahan di kawasan APS senilai Rp2,1 miliar.
“Untuk jasa konsultan, ada konsultan induk pengawas pembangunan perpustakaan senilai Rp400 juta, kemudian juga konsultan penyusun dokumen pengawasan TPA Bagendung sebesar Rp485 juta. Itu sudah selesai semua,” ujar Samwangge saat diwawancara di Kantor Walikota pada Senin 26 Mei 2025. Foto : Adam
Menurutnya, kondisi ini bukan tanpa alasan. Salah satu penyebab utama minimnya kegiatan fisik yang dilelang adalah adanya efisiensi anggaran yang diperintahkan oleh pemerintah pusat.
“Dari awal tahun kami sudah sampaikan ke perangkat daerah bahwa harus ada penyesuaian. Ini perintah dari pusat, jadi kita hanya menindaklanjuti,” jelasnya.
Efisiensi itu, kata Samwangge, berdampak pada bergesernya jadwal pelaksanaan lelang. Banyak pengajuan dari perangkat daerah yang belum masuk, terutama untuk pekerjaan skala besar atau proyek strategis.
“Kalau proyek strategis, baru perpustakaan yang masuk. Pelabuhan dan lainnya belum. Yang proyek kecil di bawah Rp200 juta atau penunjukan langsung (PL), itu sudah ada yang jalan, seperti renovasi gedung sekolah,” ungkapnya.
Selain efisiensi, faktor lain yang turut mempengaruhi adalah utang pekerjaan tahun lalu yang belum terbayar. Banyak kegiatan pada 2024 yang pembayarannya dilakukan pada awal 2025, sehingga anggaran tahun ini tersedot untuk pelunasan tersebut.
“Normalnya, kegiatan di awal tahun sudah mulai jalan. Tapi karena ada prioritas yang harus dibayar dulu, ya mau tidak mau berdampak ke proses lelang,” tambahnya.
Meski begitu, Samwangge memastikan bahwa seluruh proses tetap berjalan sesuai regulasi. “Kami tetap optimistis, meski timeline berubah, lelang tetap kita kawal. Prinsipnya, yang sudah siap langsung kita proses,” tegasnya.
Editor: Abdul Rozak











