TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID-Wali kota Tangsel, Benyamin Davnie mengusulkan 3 trase, pilihan pertama melalui Jalan Juanda, pilihan kedua menyusuri jalan tol, dan pilihan ketiga dari Pasar Jumat ke Pasar Ciputat, lalu belok ke kanan.
Menurut Benyamin, progres MRT Jakarta-Tangsel saat ini masuk pada tahap studi kelayakan. “Jadi semua itu akan sangat tergantung pada hasil studi dan masukan dari berbagai pihak,” ujar Benyamin di Puspemkot Tangsel, Selasa 27 Mei 2025.
“Perkembangan dengan MRT Alhamdulillah, saat ini masuk studi kelayakan, kemungkinan besar akan segera ditandatangani oleh PT MRT bersama pihak ketiga yang akan menyusunnya,” ujar
Menurut Benyamin, studi ini akan mencakup berbagai aspek seperti trase, model pembiayaan dan lainnya. “Messkipun pembahasannya belum sampai ke sana,” jelasnya.
Menurut Benyamin, studi kelayakan ini akan banyak melibatkan Pemkot Tangsel, misalnya terkait penentuan trase.
“Akan melewati mana? Aset mana yang akan digunakan? Aset milik siapa saja yang akan terdampak? Dulu kita mengusulkan trase dari Pasar Jumat hingga Gaplek, lalu belok kanan ke arah Pondok Cabe,” ujarnya.
“Apakah jalur itu masih akan digunakan? Itu akan ditentukan dalam studi nanti, dengan mempertimbangkan berbagai parameter, termasuk besaran investasi dan sebagainya,” ujarnya lagi.
Menurut Benyamin, dirinya sudah bertemu dengan pihak PT MRT dan Kementerian Perhubungan. Bahkan, pihaknya pernah ditawari beberapa alternatif moda transportasi, tidak hanya MRT, tapi juga Skytrain, LRT, dan lain-lain.
“Nantinya, moda mana yang paling layak akan ditentukan berdasarkan hasil studi kelayakan,” jelasnya.
Terkait subsidi tarif dari Pemkota Tangsel, Benyamin mengatakan, belum sampai ke pembahasan tersebut.
‘Saat ini, kita masih fokus pada studi kelayakan, belum sampai pada tarif atau estimasi volume penumpang harian. Trase pun masih dalam tahap penentuan,” ujarnya.
Menurut Benyamin, pihak ketiga dari proyek ini akan ditunjuk oleh PT MRT. “Kita, dari pemerintah daerah, hanya akan bertindak sebagai pihak yang menyaksikan penandatanganan MOU tersebut—bukan sebagai pihak yang menandatangani langsung,” tandasnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: AGung S Pambudi

