PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, mencatat Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp58 juta pada triwulan I tahun 2025.
Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja, menyebut angka tersebut sudah hampir menyentuh setengah dari target PADes tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp120 juta.
“Target yang ditetapkan di tahun 2025 itu Rp120 juta. Tapi saya lihat kemarin di laporan keuangan BUMDes, sudah di angka Rp58 juta. Signifikan sekali karena ada pemasukan dari devisa, kita sudah mulai ekspor ikan mas Sinyonya ke luar negeri,” kata Wahyu, Kamis 29 Mei 2025.
Ia menjelaskan, ekspor perdana ikan mas tersebut menyumbang sekitar Rp50 juta dari total PADes. Ekspor ini menjadi langkah awal BUMDes Bandung untuk memperluas pasar produk lokal ke mancanegara.
“Estimasi dari ekspor ikan mas perdana itu sekitar Rp50 jutaan,” jelasnya.
Wahyu Kusnadiharja, mengatakan pihaknya akan terus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) dengan mengoptimalkan sektor usaha unggulan di bawah naungan BUMDes.
“Untuk pendapatan PADes yang lebih besar nanti akan kita push. BUMDes dapat bagian 20 persen. Selain mencukupi kebutuhan pangan di desa, ikan mas Sinyonya ini punya peluang besar untuk ekspor ke luar negeri dan menghasilkan devisa yang signifikan,” katanya.
Wahyu menuturkan, dari 15 divisi usaha yang dikelola BUMDes, budidaya ikan mas Sinyonya menjadi penyumbang pendapatan terbesar.
“Kami di BUMDes punya 15 divisi usaha, tapi yang paling menghasilkan besar dari budidaya ikan mas Sinyonya,” ucapnya.
Adapun 15 divisi usaha BUMDes Bandung di antaranya: anyaman pandan, layanan jasa perbankan, layanan pembayaran listrik, BJB dan BRI Link, desa wisata, kopi Puhu, pembudidayaan ikan mas Sinyonya, jasa pembayaran BPJS melalui aplikasi, pengolahan pascapanen, sarana produksi pertanian, simpan pinjam, layanan internet perdesaan, dan beberapa unit usaha lainnya.
Wahyu menambahkan, pemasaran ikan mas Sinyonya saat ini masih mencakup wilayah kabupaten/kota di Provinsi Banten. Namun, permintaan dari provinsi lain di Indonesia mulai berdatangan.
“Saat ini tidak ada kendala berarti untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Alhamdulillah, semua teman-teman solid dalam pengelolaannya,” tutupnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











