SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Hasil uji laboratorium terhadap 37 hewan ternak yang suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang ditemukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang telah keluar. Hasilnya, 37 hewan tersebut dinyatakan negatif PMK.
Kepala DKPP Kabupaten Serang Suharjo mengatakan, pihaknya menemukan hewan kurban yang suspek PMK di Kecamatan Ciruas 20 ekor dan Kecamatan Kramatwatu 17 ekor.
Untuk di Kecamatan Kramatwatu hasilnya sudah keluar lebih awal dan seluruhnya dinyatakan negatif. “Untuk yang 20 ekor di Ciruas hasilnya keluar kemarin dan semuanya negatif,” katanya, Kamis 5 Juni 2025.
Meskipun dinyatakan negatif, pihaknya tetap melakukan upaya-upaya antisipasi dengan memisahkan hewan tersebut dari hewan lainnya. Selain itu, dilakukan juga pengobatan sehingga hewan dapat kembali pulih.
“Kita obati dan kita juga beri vitamin agar bisa segera stabil. Sementara negatif semua hasilnya,” ujarnya.
Ia mengatakan, hingga saat ini petugas dari DKPP Kabupaten Serang masih berkeliling untuk melakukan pengecekan terhadap hewan ternak baik yang berada di lapak-lapak maupun milik para peternak.
“Masih terjun ke lapangan, mengecek hewan-hewan yang dijual di lapak, nanti laporannya disampaikan,” ujarnya.
Ia mengatakan, pengawasan akan dilakukan nantinya hingga hari H bahkan akan ada pengawasan terhadap daging hewan kurban. “Layak tidaknya dikonsumsi itu akan kita cek,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda












