TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengonfirmasi akan melakukan rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada 20 Agustus 2025. Rotasi ini menjadi langkah strategis untuk mengisi enam posisi kepala OPD yang saat ini masih kosong dan dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt.).
“Saya memang baru boleh melakukan rotasi dan mutasi pegawai itu paling tidak di tanggal 20 Agustus 2025, karena 6 bulan setelah dilantik, sesuai aturan,” ujar Benyamin saat ditemui di rumah dinasnya, Selasa 17 Juni 2025.
Enam posisi kepala OPD yang kosong tersebut meliputi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), yang saat ini diisi oleh Asda III Heru Agus Santoso; Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan diisi oleh Asda I Chaerudin; Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang dijabat Sekretaris Disdukcapil, Dwi Suryani; Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang dijabat oleh Kepala Bapelitbangda, Eki Herdiana; Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang diisi Kepala Kesbangpol, Bani Khosyatullah; dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Mursinah, yang akan pensiun pada Oktober mendatang.
Menurut Benyamin, rotasi ini tidak hanya berdampak pada pengisian posisi kepala OPD saja, tetapi juga akan berimbas pada jenjang di bawahnya. “Kalau rotasi dan mutasi Kepala OPD ini dilakukan, maka di bawahnya (jabatan Kabid dan Kasie-red) juga ikut naik,” jelasnya.
Wali kota juga mengungkapkan akan membuka seleksi lelang jabatan untuk posisi-posisi tersebut. “Saya sedang mintakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangsel untuk mengkomunikasikan dengan orang-orang yang akan kita jadikan panitia seleksi, kalau bersedia dan segera kita laporkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN),” tambah Benyamin.
Dia menegaskan bahwa mutasi dan rotasi pegawai akan dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi.
Selain itu, Benyamin juga menyampaikan bahwa Pemkot Tangsel akan segera mengangkat lebih dari 6 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun ini. “Kita sudah ancer-ancer tempatnya di Lapangan Batalion Arhanud nantinya. Untuk tahapan kedua, kita masih menunggu dari pusat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Benyamin menolak keras adanya permintaan intervensi terkait kelulusan honorer menjadi PPPK. “Saya pastikan semua tidak ada yang bisa di utak-atik. Nilainya itu sudah otomatis semua orang sudah tahu, sehingga yang lulus itu memenuhi standar. Kita tinggal menunggu saja, karena ada suara-suara, pak minta tolong dilulusin, bukan kita yang meluluskan,” tegasnya.
Editor : Merwanda











