LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kabupaten Lebak mengumumkan kondisi darurat terkait stok darah golongan A dan AB. Saat ini, jumlah kantong darah untuk dua golongan tersebut hanya tersisa 42 kantong dan diperkirakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pasien selama dua hari ke depan.
Kepala UDD PMI Lebak, Firman Rahmatullah, mengatakan bahwa rendahnya jumlah pendonor menjadi penyebab utama krisis ini. Sementara kebutuhan darah terus meningkat, terutama untuk pasien melahirkan dan operasi.
“Saat ini stok darah golongan A dan AB di UDD Lebak sedang mengalami krisis. Kebutuhannya banyak, sementara yang mendonor sedikit. Stok hanya cukup untuk kebutuhan beberapa hari ke depan. Sementara golongan darah O masih tersedia,” ujar Firman, Rabu, 18 Juni 2025.
Guna mengantisipasi kekosongan, Firman mewajibkan keluarga pasien menjadi pendonor pengganti saat mengajukan kebutuhan darah.
“Kami juga terus mengingatkan puskesmas bila membawa pasien melahirkan atau rencana operasi untuk membawa calon pendonor keluarga. Lebih aman kalau dari pihak keluarga, karena mengetahui aktivitasnya,” jelasnya.
Firman juga menyebut pihaknya terus melakukan upaya jemput bola untuk menambah stok darah, termasuk mengerahkan mobil donor darah keliling ke berbagai wilayah.
“Kami juga mengaktifkan mobil donor baik lokal maupun luar kota,” imbuhnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu kondisi darurat dan rutin mendonorkan darah sebagai langkah penyelamatan nyawa sesama.
Editor : Merwanda











