TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Tangsel memberikan apresiasi atas realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2024, khususnya dalam capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun demikian, PSI juga menyoroti beberapa catatan penting terkait ketergantungan APBD terhadap pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan provinsi.
Anggota DPRD Tangsel dari Fraksi PSI, Ferdiansyah, menyampaikan realisasi pendapatan transfer tercatat sebesar Rp2,15 triliun, lebih rendah dari target sebesar Rp2,30 triliun.
Sumber dana ini berasal dari transfer pemerintah pusat dan bagi hasil dari Pemerintah Provinsi Banten, termasuk bantuan keuangan.
“Jika kita bandingkan, kontribusi pendapatan transfer dan PAD hampir seimbang, yakni 48% dan 52%. Ketergantungan ini masih tergolong tinggi dan berisiko terhadap stabilitas pendapatan daerah, terutama jika terjadi penurunan transfer dari pusat maupun provinsi,” ujar Ferdiansyah, membacakan pandangan umum Fraksi PSI dalam rapat paripurna, Senin 23 Juni 2025.
Oleh karena itu, Fraksi PSI mendorong Pemkot Tangsel melakukan inovasi dalam sistem penerimaan pajak, termasuk digitalisasi database pajak, pemberian insentif bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta kemudahan dalam mekanisme pembayaran pajak.
Evaluasi mendalam juga diperlukan untuk mengidentifikasi hambatan yang mengganggu optimalisasi pendapatan.
Selain itu, untuk memperkuat perencanaan anggaran dan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, agar target pendapatan transfer dapat lebih akurat dan tercapai secara maksimal.
Selain aspek pendapatan, Fraksi PSI juga menekankan pentingnya efisiensi dalam belanja daerah. Anggaran harus digunakan secara efektif dan tepat sasaran guna meningkatkan kualitas pembangunan dan layanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ferdiansyah menyampaikan, berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran, pendapatan daerah tercatat sebesar Rp4,49 triliun atau 98,3% dari target yang dianggarkan sebesar Rp4,57 triliun.
Adapun PAD terealisasi sebesar Rp2,34 triliun, melebihi target awal sebesar Rp2,27 triliun.
“Fraksi PSI mengapresiasi capaian ini, khususnya realisasi PAD yang menunjukkan tren positif. Kami mendorong Pemkot untuk terus meningkatkan PAD melalui pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD), optimalisasi kinerja BLUD dan BUMD, serta pengelolaan pajak hotel, parkir, dan aset secara maksimal,” ujar Ferdiansyah
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Aditya











