CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Seorang guru, ustadz, atau kiai bukan sekadar pengajar, melainkan panutan dalam ilmu dan akhlak.
Dalam risalahnya, “Al-Adab fi Din”, Imam al-Ghazali menekankan 11 adab utama yang harus dimiliki orang alim atau guru, mulai dari kewajiban terus menuntut ilmu hingga rendah hati menerima pendapat lawan.
Kitab “Majmu’ah Rasail” al-Imam al-Ghazali yang terbit di Kairo menuliskan bahwa orang alim dituntut untuk senantiasa menjaga etika dalam menyampaikan ilmu kepada masyarakat, terutama kepada murid-murid.
Imam al-Ghazali merumuskan bahwa guru bukan hanya pengajar, tapi pembimbing karakter dan akhlak generasi.
Dikutip dari NU online, ada 11 adab guru menurut Imam al-Ghazali:
1. Guru tidak boleh berhenti menuntut ilmu.
Dalam Islam, belajar adalah kewajiban seumur hidup.
“Seseorang akan selalu pandai selagi terus belajar. Bila dia berhenti belajar karena menganggap dirinya sudah pandai, mulailah dia bodoh,” tulis KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam salah satu cuitannya.
2. Bertindak dengan ilmu.
Segala keputusan dan tindakan guru harus didasarkan pada ilmu, baik dalam perkara ibadah maupun kehidupan sosial.
3. Guru harus bersikap tenang dalam berbagai kondisi, termasuk ketika menghadapi murid yang bermasalah.
Sikap tenang mencerminkan kedalaman ilmu dan kematangan jiwa.
4. Tidak takabur dalam menyampaikan perintah atau teguran.
Guru dituntut meneladani akhlak Rasulullah SAW yang penuh dengan ketawadhu’an.
5. Bersikap lembut kepada murid.
Kekerasan dalam mendidik sering kali melahirkan kebohongan atau ketakutan dalam proses belajar.
6. Tidak membanggakan diri.
Guru hendaknya menjauhi sikap ujub dan senantiasa rendah hati.
7. Mengajukan pertanyaan sesuai kemampuan murid.
Pertanyaan yang terlalu sulit justru bisa menurunkan rasa percaya diri murid.
8. Merendah dengan mengatakan “saya tidak tahu” jika memang belum mengetahui jawaban.
Sikap ini justru menunjukkan kedewasaan ilmiah.
9. Memberikan jawaban yang mudah dipahami.
Setiap guru harus bisa menyesuaikan penjelasan dengan tingkat pemahaman murid.
10. Menghindari sikap ekstrem, baik terlalu keras maupun terlalu lembut.
Sikap tengah menjadi kunci keteladanan dalam mendidik.
11. Mendengar dan menerima pendapat orang lain, meski datang dari pihak yang berbeda pandangan.
Dengan meneladani ajaran Imam al-Ghazali ini, guru bukan hanya menjadi penyampai ilmu, tetapi juga penjaga moral dan pembentuk peradaban.
Adab-adab ini penting ditekankan di tengah perubahan zaman dan tantangan pendidikan yang semakin kompleks.
Editor: Agus Priwandono











